Fisika Kuantum memberikan sumbangan sangat besar dalam kemajuan sains. Sebut saja komputer dan segala benda elektronik, merupakan buah dari studi fisika kuantum. Sebagai salah satu keampuhan dari fisika kuantum adalah kemampuannya dalam mendeskripsikan fenomena kosmologis. Hawking dan Hartle adalah dua fisikawan terkemuka yang menemukan fungsi gelombang alam semesta. Sebuah ekspresi matematis yang menunjukkan kemungkinan sebuah alam semesta muncul dari ketiadaan.
Ekspresi ini di tulis sebagai y[hij f] yang menunjukkan besar kemungkinan sebuah ruang 3 dimensi S dengan metrik hij dan medan materi f. Bila ekspresi ini dinyatakan dalam bentuk kuadrat, ia menghasilkan kemungkinan bahwa sesuatu itu ‘ada’. Arti2 simbolnya sebagai berikut:
y berarti besar kemungkinan
S berarti ruang 3 dimensi,yang artinya semua ruang waktu dalam satu alam semesta tunggal, yang tercipta pada saat t = 10^-43 detik, batas waktu Planck yang merupakan batas kuantum terdalam yang luput dari prinsip ketidakpastian Heisenberg. Dalam ekspresi ini S* atau ruang 3 dimensi sebelumnya, jelas tidak perlu ada.
hij adalah derajat kelengkungan ruang waktu yang berbentuk bola sempurna.
Implikasi ekspresi ini adalah bahwa alam semesta muncul dari ketadaan yang murni matematis. Hawking dan koleganya telah melakukan perhitungan intensif pada segala kemungkinan metriks dengan partikel elementer yang ada dan menemukan bahwa nilai dari ekspresi ini adalah 99%. Artinya 99% alam semesta yang ada tercipta lewat persamaan Hawking-Hartle ini.
Penafsiran telah dilakukan oelh banyak sekali ilmuan dan menunjukkan 6 aksioma utama.
1. Bahwa dunia lain itu ada
2. Dunia2 ini mengikuti hukum tooley mengenai irregularitas
3. Alam semesta yang muncul bersifat proporsional. Bila dunia yang muncul dari ekspresi ini 99% artinya ada 99 dunia yang muncul dari ketiadaan mutlak, dan 1 yang muncul dari sebab sebelumnya, entah itu Tuhan atau apa.
4. Struktur dunia ini mirip pohon, seperti yang dinyatakan oleh Hugh Everett mengenai dunia paralel.
5. Nilai 99% ini adalah bulat.
6. Perhitungan melibatkan bilangan real non standar, termasuk bilangan infinitesimal, yaitu bilangan yang lebih besar dari nol dan lebih kecil dari semua bilangan riil. Dan bilangan hiperreal, yang bukan bilangan riil dan bukan pula infinitesimal.
Perhitungan kuantum ini menunjukkan bahwa alam semesta tercipta secara atheistik. Hal ini karena kemungkinan yang ditunjukkan oleh model Hawking-Hartle sangat mendekati satu, sementara kemungkinan alam semesta diciptakan oleh sebab awal (Causa Prima) hampir nol. bila Tuhan ada, maka ia menciptakan alam semesta, dan dengan demikian maka kemungkinan alam semesta memiliki causa prima adalah mutlak satu. atau nol bila Tuhan memilih menciptakan alam semesta dengan memakai fungsi gelombang Hawking-Hartle.
Perlu diperhatikan dengan baik bahwa fungsi gelombang alam semesta Hawking Hartle menunjukkan sesuatu yang muncul dari ketiadaan mutlak. Ketiadaan yang memiliki ekspresi matematis kuantum tentunya. Sebuah dunia tiga dimensi yang muncul dari sebuah titik tunggal nol dimensi. Tuhan tidak ada di luar alam semesta ini, karena bila ada maka ia berada di dalam alam semesta. Akibatnya ia hanya menciptakan alam semesta di dalam alam semesta yang telah ada. Dan ini tidak di amati dalam realm fisika kuantum saat ini.
Artinya kita di ajukan pilihan: Apakah menerima Tuhan menciptakan alam semesta dan mengabaikan kosmologi kuantum, atau menerima fisika kuantum yang menunjukkan bahwa alam semesta muncul dari ketiadaan. Terserah anda.
Tidak ada Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
