islam dan masyarakatnya

Sejarah
Sejarah islam sebagai agama baru muncul di kalangan suku arab. Setelah seorang dari bani quraisy bernama muhammad mengklaim bahwa ia memiliki versi baru dari wahyu dan dengan demikian memperbaharui segala wahyu yang diklaim oleh isa, 6 abad sebelumnya. Kemunculan islam yang dibawa bangsa Arab serta emrta membawa serentetan perang dan konflik berkepanjangan di timur tengah. Muhammad dengan para pengikutnya berhasil membentuk kekuasaan besar di arabia, Konflik internal yang menjadi hal biasa dalam masyarakat abad pertengahan muncul tak lama kemudian.
Kekuasaan Arab pada timur tengah kemudian hilang pada abad ke 13, dimana bangsa Turki mengambil alih kekuasaan. Bangsa turki yang meyebut dirinya Usmaniyah mendirikan dinasti yang lebih kokoh dari sebelumnya. Dalam fase usmaniyah, sejarah eropa mulai dipengaruhi secara besar2an. Perang islam-kristen menjadi dasar konflik berkepanjangan di wilayah ini. Kedua agama saling melakukan usaha kolonialis untuk menaklukkan dan menguasai.
Dimasa usmaniyah, terdapat perkembangan besar di wilayah ARabia. Perkembangan ini tampak dari tumbuhnya banyak intelektual yang bersemangat mengenbalikan kekuasaan ke tangan arab. Yang paling terkenal adalah Ibn Abd al Wahhab. Perjalanannya menunjukkan padanya bahwwa islam telah dipersimpangkan dan memandang sangat perlu untuk mengembalikan kaum muslimin kepada islam yang sejati. Baginya, islam yang asli adalah islam yang dibawa muhammad dan berarti arab adalah bangsa yang lebih berhak.
Pada masa2 setelah gerakan wahabi, muncul pula islam modern yang mendukung inovasi dan kemajuan. Hal ini lebih karena reaksi terhadap kolonialisme eropa yang menjadi lebih kuat dari arab dan turki.

Syari’ah

Sebelum islam, masyarakat arab seperti halnya negro afrika, tidak memiliki hukum tertulis. Masyarakat di atur oleh hukum2 tertulis. Muhammad yang telah menguasai kota madinah, menulis hukum yang baku yang tertuang dalam kitabnya, al Qur’an. Hal ini terutama ditujukan untuk menyatukan suku2 badui kedalam satu kekuatan untuk membangun basis peradaban islam.
Syari’ah hukum islam yang tertulis dalam qur’an dan diperkuat dengan hukum tak tertulis, pada awalnya merupakan hukum yang membalas sebuah tindakan dengan tindakan yang setimpal. Dengan berkembangnya wilayah akibat penaklukan besar2an, perlu dibangun hukum yang lebih luas dan detil. Maka dibuatlah hadist dan sunnah. Sumber tambahan ini kemudian di nisbahkan kepada muhammad, agar punya fondasi kuaat, sebagai bagian dari wahyu tuhan pula.
Ulama kemudian berperan sebagai pengacara bagi penerapan hukum islam ini. Yang tentunya diatur oleh negara pula.
Kemudian seiring dengan pengaruh besar2an eropa. Muncullah hukum positif eropa yang dipakai di eropa dan afrika. Hukum yang lebih fleksibel ini kemudian mempengaruhi alam pikiran pembuat kebijakan dunia islam. Dan terciptalah dua kutub, kutub fundamentalis agama dan modernis sekuler. Dua kutub ini mewarnai syari’ah di dunia islam, sehingga muncul perkembangan2 baru dalam sejarah.

Bahasa Arab
Bahasa Arab sebelum islam telah sangat akya dalam kosakata. Walau begitu, iklim primitif yang tertutup, membuat kekayaan bahasa ini hanya berpusat pada kata2 untuk kehidupan mereka saja. Abstraksi hanya berkisar pada tema padang pasir, unta, cinta dan doa. Hal ini membuat adanya kebingungan pada saat istilah2 tersebut dimasukkan ke dalam bahasa ilmiah yang muncul setelah islam kokoh.
Lalu kenapa mereka tidak mengadopsi kata2 dari eropa atau membuat kata2 baru? Ini karena masyrakat Arab telah terlanjur menganggap bahasa arab adalah bahasa yang suci. Bahasa al qur’an yang mestinya harus tetap dijaga kemurniannya. Baru pada abad ke 20, bahasa arab mau terbuka menerima istilah asing dalam perbendaharaan katanya.
Maka saat ini, di timur tengah terdapat dua macam bahasa, bahasa arabia, sebagai bahasa Qur’an dan sains, dan bahasa arab sehari2 dan politik.

Sains
Sains di era kejayaan islam dibawa oleh para naturalis. Kontras dengan umat islam sekarang yang percaya bahwa sains mendukung agama islam. Maka di era ini, sains juga mengalami konflik dengan agama, sama seperti di Yunani sebelumnya, dan eropa setelahnya. Di masa ini, yang paling terkenal adalah Ibn Rushd. Beliau jelas menentang agama karena kekagumannya pada keteraturan fisika, determinisme dan siklus biologi. Kekagumannya ini menutup ruang bagi ramalan, keajaiban, mukjizat dan hidup sesudah mati.
Dapat kita lihat, baik di tiur tengah maupun di eropa, baik islam maupun kristen, keduanya bertolak belakang dengan sains. Berbeda dengan di eropa, sains di arab bwerhasil dikalahkan dengan ortodoksi agama. Tetap ada para pemikir yang melihat bahwa hal ini mematikan bagi kemajuan peradaban islam. Mereka ini adalah R Boukraa, Salama Musa dan Sati’ Husri.
Terkait dengan perkembangan bahasa arab, terjadi kemunduran dimana bahasa arab kembali keposisinya di dalam kitab suci dari pemakaiannya dalam sains yang telah dimatikan oleh salafisme, gerakan yang menarik kembali bahasa arab dari aplikasinya dalam sains.

Politik
Politik islam berorientasi mundur, mereka menganggap bentuk pemerintahan demokratis ala khulafaur rasyidin sebagai wahyu suci dan harus dicapai sebisa mungkin. Akibatnya selalu terjadi konflik antara keinginan ideal ini dengan kenyataan.
Pada dasarnya sistem ini muncul sebagai sistem sentralisasi, yang mengatur masyarakat, terutama suku2 arab pra islam. Percampuran antara tradisi suku2 arab ini dengan agama islam kemudian memunculkan sistem pemerintahan kerajaan, yang dimulai dari dinasti umayah.
Islam kemudian dipakai sebagai rumusan untuk mengesahkan sikap oposisi pada rezim yang berkuasa. Di iran, pemerintah republik berhasil muncul dengan hanya memakai islam sebagai fondasinya. Hal ini karena iran diperintah oleh kaum syiah, yang hampir tidak memiliki tradisi kerajaan, kecuali pada masa dinasti Safavid (1501-1722). Bagi sunni hal ini belum cukup, karena masih belum sesuai dengan tipe demokrasi khulafaur rasyidin.

Modernisasi mesir di masa nasser
Universitas Al azhar, sebuah institusi pendidikan islam sunni, cenderung memihak pemerintah baru, sementara ikhwanul muslimin yang juga sunni, menolaknya. Dengan dukungan ini, pemerintah memberi kedudukan langsung di bawah presiden. Dan melalui reformasi 1961, mendapat banya ktambahan fakultas sekuler. Tidak lagi khusus mempelajari islam. Nasser memerintah secara sekuler dan menekan pengaruh politik dari islam. Ikhwanul muslimin ditangkap dan baru dibebaskan setelah Sadat meraih kekuasaan. Sadat dan Ikhwanul muslimin membentuk persekutuan yang kemudian rusak sepenuhnya setelah sadat tewas terbunuh oleh fundamentalis militan.

Tantangan Masa Depan
Globalisasi memberi tantangan yang nyata pada islam. Seperti kita sadari, globalisasi bergerak maju, sementara islam berusaha mundur sebisa mungkin. Dilema yang muncul bagi islam sekarang adalah sekularisasi budaya.
Satu persamaannya adalah globalisasi dan islam bersifat universal. Tanpa memandang ras dan kebangsaan. Idealnya, semua manusia yang masuk islam akan menjadi anggota umat, sementara kristen dan yahudi dapat hidup sebagai minoritas yang terlindungi. Hal ini tidak sesuai dengan kenyataan saat ini. Dan idealisme saat ini menjadi slogan bagi gerakan2 islam di dunia.
Kenyataan saat ini menunjukkan islam sebagai kekuatan lemah di dunia internasional. Sementara negara2 eropa dan AS menjadi bagian terkuat. Padahal islam dicirikan terutama oleh ‘dominasi dan kekuatan’. Hal ini sempat tercapai pada era penaklukan yang bila dibandingkan dengan penaklukan eropa, masih lebih damai.

Kesimpulan
Adalah wajar bila kita melihat bagaimana konflik antara islam dan barat saat ini terjadi. Islam sebagai agama, yang dulunya sempta menguasai bagian besar dunia dan memiliki kekuatan besar, saat ini lemah. Dan islam tidak suka dengan kondisi ini. Walau begitu, persatuan sulit dicapai. Islam memiliki nuansa etnis yang kental, yaitu arab. Tentunya ini tidak diterima secara total bagi bangsa lain, sehingga muncul versi2 yang bersifat lokal, seperti di indonesia misalnya.

Dapat diramalkan bahwa islam pada akhirnya mampu mencapai cita2 agungnya, menguasai bumi dalam bendera ‘khilafah islamiyah’ , mereka akan memilih orang arab untuk menjadi puncak kekuasaan.

& Komentar

  1. SEO

  2. Islam bukan hanya milik arab bung… Anda pelajari sejarah bagaimana umat islam bersama dengan agama2 lain memperjuangkan kemerdekaan indonesia. Islam tidak menutup diri bung… Anda boleh lihat di Bali begitu harmonisnya kehidupan orang islam dengan orang hindu disana


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar