Tuhan yang Sadis

Kemudian konflik dan peperangan yang terjadi dalam islam maupun dengan agama lain. Apakah Tuhan senang memanipulasi ciptaanNya?
Belum lagi cerita nabi2. Allah SWT. berfirman kepada adam: “Hai Adam, diamlah engkau bersama isterimu di dalam syurga dan makanlah (serta nikmatilah) apa saja yang kamu berdua ingini, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini kerana (apabila mendekatinya) kamu berdua akan menjadi zalim”. (Al-A’raaf: 19). Masuk akalkah ini? Bayangkan seorang ibu yang melarang anaknya mendekati sebuah pohon di halaman rumahnya. Lalu saat sang anak melanggarnya, ia di usir dari rumah!
Lalu cerita tentang ibrahim dan ismail. Allah memerintahkan Ibrahim menyembelih anaknya sendiri, ismail. Lalu pada detik2 terakhir menggantinya dengan kibas. Lalu itu menyebabkan turunnya rahmat dan keridhoan dari Allah yang Maha Pengasih. Masuk akalkah ini? Bila dizaman sekarang ada orang mengaku mendapat wahyu untuk menyembelih anaknya, kita semua akan menganggap orang itu gila. Jika tidak maka jelas kita sadis. Bayangkan betapa sadisnya yang memerintahkan itu dilakukan. Dan saat menyembelih, tidak mungkin anak kita itu berubah menjadi kambing. Mustahil. Dan ini tidak menunjukkan bahwa Allah itu maha pengasih, ini menunjukkan Allah itu otoriter. Seorang penguasa yang menjaga kepatuhan rakyatnya dengan kengerian dan melarang mempertanyakan apapun perintahnya.

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar