Bagaimana cara jadi Atheist

Atheisme, dalam arti yang paling luas, adalah tidak adanya keyakinan pada keberadaan tuhan. Definisi ini termasuklah mereka yang mengatakan kalau tuhan itu tidak ada, dan mereka yang tidak membuat klaim apakah tuhan itu ada atau tidak. Sederhananya, siapapun yang TIDAK mengatakan “Saya percaya tuhan/dewa ada”, secara definisi, adalah atheist. Definisi lebih sempit dan umum, adalah sering hanya mengkualifikasi mereka yang mengatakan tuhan tidak ada sebagai atheist, melabelkan orang lain sebagai agnostik atau non theist.
Tidak ada ideologi tunggal yang sama di miliki semua atheist, tidak ada pula ritual terorganisasi atau perilaku yang harus di lakukan. Ada individu yang religius atau percaya pada spiritual dapat dikatakan pula atheist, walau mereka sendiri secara normal tidak mengatakan dirinya atheist.

Langkah-langkah

  1. Periksa keyakinanmu saat ini. Apapun yang dulunya kamu yakini, bila sekarang kamu sedalam2nya menemukan tuhan tidak ada, transformasi anda telah selesai. Tidak ada proses atau inisiasi untuk menjadi seorang atheist (kecuali mungkin kemunculan bagi orang lain). Bila anda dapat berpikir secara jujur, “Saya tidak percaya kalau tuhan itu ada”, anda telah jadi seorang atheist.
  2. Memahami apa yang atheisme tidak katakan.
    • Anda tidak harus percaya tuhan itu tidak ada (itu lebih mirip anti theisme). Sebagian besar atheist mengamati bahwa tidak ada bukti bahwa tuhan ada. Karena tidak ada bukti sah bahwa tuhan ada, mereka tidak melibatkan tuhan dalam pembuatan keputusan mereka.
    • Anda tidak harus menjadi anti agama. Sebagian besar atheiast, walau bewgitu, tidak menolak agama terorganisasi sebagaimana doktrin keyakinan sebagai tujuan bersama.
    • Anda tidak harus menulis kemungkinan tuhan, tidak pula kemungkinan fenmen yang tidak dapat di buktikan. Anda dapat mengetahui bahwa mereka mungkin ada tanpa harus memaksakan atau bertindak seolah mereka benar, atau mencoba meyakinkan orang lain bahwa mereka benar.
    • Anda tidak harus memeluk keyakinan tertentu. Atheisme bukanlah agama. Atheist mengantu beragam keyakinan dan pandangan, kesamaannya hanyalah ketiadaan keyakinan pada tuhan.
  3. Memahami bahwa anda tidak harus mengabaikan kebudayaan anda. Kebudayaan, tradisi dan kesetiaan tribal adalah penting bagi banyak orang, termasuk atheist. Dengan menyangkal keyakinan pada tuhan, kita tidak harus sepenuhnya memisahkan diri dari kebudayaan yang terkait dengan agama kita sebelumnya. Anda bisa ikut bersilaturahmi atau merayakan lebaran bersama keluarga. Perayaan hampir selalu ada dalam sebuah kebudayaan. Perayaan demikian dapat, dalam banyak kasus, masih penting buat para atheist karena nilai intrinsik — kebersamaan dan sosial, diantara yang lain. Kita dapat memberi selamat pada muslim, atau kristen saat hari rayanya.
  4. Ingatlah bahwa engkau bukan hanya orang satu2nya menemukan kesalahan dalam ajaran agamamu. Orang2 sepanjang sejarah telah melihat secara kritis keyakinan agama mereka dan menemukan kesalahan. Bila anda punya isu atau masalah, lihatlah secara jujur, dengan anggapan bahwa anda tidak akan di hukum karena mencoba mengetahui apa yang engkau sungguh2 yakini. Bila keyakinan agamamu sah, maka ia pasti akan bertahan atas masalah2.
  5. Pertimbangkan etika mu dan coba pahami dari mana mereka datang. Anda tidak butuh tuhan untuk menjadi bermoral. Atheist tidak lah amoral. Seperti banyak theist, banyak atheist menyumbang pada kemanusiaan dan hidup secara moral yang sama dengan theist. Perbedaannya terletak pada motivasinya.
  6. Belajar melihat dan tiba pada kesimpulan mengenai dunia lewat kacamata logika, ketimbang keyakinan. Metode Ilmiah secara universal diterima sebagai cara terbaik memahami dunia.
  7. Diskusikan dunia dalam konteks ini dengan atheist lainnya dan orang2 beragama. Ini akan membantu anda memahami mengapa anda memilih untuk menolak tuhan dan apakah atheisme itu benar bagi anda.
  8. Pelajari beragama bentuk theisme. Sementara kebanyakan atheist berpendapat bahwa theist mempunyai pernyataan positif (dengan demikian berarti theist memiliki beban pembuktian), adalah penting untuk memahami keseluruhan keyakinan anda sebelumnya begitupula keyakinan lain. Saat membaca artikel ini menyarankan anda mempelajari keyakinan anda, pertimbangkan juga keyakinan lain agar anda yakin dengan keputusan anda.
  9. Komunikasikan sudut pandang anda pada mereka yang penasaran. Jangan malu, namun jangan terlalu terlalu percaya diri. Coba bantu mereka memahami sudut pandang anda secara non konfrontatif. Walau demikian, anda dapat memilih untuk menyembunyikan sudut pandang anda bila jelas anda akan mendapat masalah karena ini dari masyarakat. Di beberapa negara, harga atheisme sangatlah tinggi.

Tips

  • Anda bisa membaca buku2 karya Daniel Dennett, Christopher Hitchens, Ayn Rand, Greg Egan, Sam Harris, Carl Sagan, dan Karen Armstrong. Mereka semua berhubungan dengan atheisme.
  • Perlakukan semua orang, termasuk umat beragama, dengan rasa menghargai, karena ini masalah sensitif. Merasa tidak nyaman dengan keyakinan orang lain mungkin hanya akan membenarkan pandangan negatif mereka pada nilai dan sistem keyakinan lainnya.
  • Jangan kuatir menunjukkan / berbagi nilai2 religius, atau kuatir menunjukkan kehadiran sebagai lawan seolah lawan dari agama. Sejauh anda merasa atheist, anda adalah atheist.

Warning

  • Bersiaplah untuk dipandang jelek oleh sebagian orang beragama. Banyak theist merasa keyakinan anda menyeramkan dan ofensif. Banyak atheist menderita secara sosial bahkan di ancam dengan kekerasan karena ini. Adalah penting untuk membicarakan gagasan2 anda, namun yakinkan untuk melakukan ini pada konteks yang wajar.
  • Anda akan menemukan sebagian teman tidak lagi ingin berkumpul dengan anda. Ini bukanlah teman yang sesungguhnya. Bila memang, tentu mereka mau menerima anda bagaimanapun keyakinan anda.
  • Orang beriman akan mencoba, kadang tanpa henti, mengajak anda memasuki agamanya. Mereka dapat gagal sepenuhnya memahami posisi baru anda. Pahamilah.
  • PELAJARI PENDAPATMU SENDIRI!! Jangan hanya menjadi atheist karena anda ingin, pelajari dan pikirkan mengenai masalah ini, apakah ia benar2 masuk akal atau tidak, lalu putuskan.

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar