Keajaiban

Kemudian bagaimana dengan kebaikan? Hidup abadi di surga merupakan janji yang sangat menggiurkan. Tapi saya meraasa seolah bawahan yang menjilat majikannya agar dapat promosi. Saya lebih baik bersedekah karena merasa itu tindakan yang benar, bukannya karena ingin dapat pahala. Dan saya tidak berbuat jahat karena merasa itu tindakan yang salah, bukannya karena takut dengan neraka. Saya tidak merasa spesial dari manusia lain karena setiap orang adalah unik, sehingga keunikan ini justru merupakan kesamaan pada umat manusia. Tapi agma menjadikan pemeluknya sebagai umat yang khusus di antara manusia lainnya. Kristen misalnya mengatakan bahwa mereka spesial karena ada yesus di dalam hatinya dan manusia lain tidak. Dengan demikian segala tindakan baik di kreditkan kepada yesus, bukan kepada diri sendiri. Tapi dosa yang kita perbuat tidak di kreditkan kepada yesus. So, dengan demikian kita selalu berdosa. Llu pantaskah kita masuk surga? Saya rasa tidak akan ada yang masuk surga dengan pemahaman ini. Karena orang yang ateis tidak mampu melakukan hal-hal baik dan akan masuk neraka. Sama halnya dalam ajaran islam yang mengatakan bahwa orang-orang kafir, perbuatan-perbuatan baiknya tidak ada gunanya.

Ketimbang memfokuskan diri pada hidup sesudah mati, yang tidak terbukti ada, kita mestinya memajukan hidup di dunia. Kita telah melihat bukti-bukti adanya hukum alam, dalam pembentukan bumi, perkembangan hewan dan tumbuhan, yang muncul oleh evolusi bukan penciptaan tiba-tiba. Perkembangan masyarakat juga seperti manussia, terikat oleh hukum, dari ketidaksadaran menjadi sadar. Dalam agama romawi, kependetaan bertugas meramalkan masa depan lewat mimpi, doa dan kurban hewan untuk tuhan. Namun kita melihat, matahari selalu terbit dan tenggelam, bulan sealu berubah-ubah fase, musim selalu berganti dengan waktu yang sama, planet-plnet selalu bergerak pada lintasan yang sama, yang kadang terjadi hal-hal mendadak seperti gerhana, namun setelah kita tahu bahgaimana prosesnya terjadi, sepertinya tidak ada tuhan yang campur tangan untuk itu. Sat Kepler menemukan bahwa orbit planet elips, beliau kecew karen elips tidak sesempurna lingkaranseperti yang diajarkan aristoteles. Sejak Newton merumuskan hukum-hukumny, maka jelaas seluruh dunia tidak di atur oleh tuhan.

Dan big bang pada akhirnya menyatakan alam semesta muncul dari ketiadaan, yang artinya ahkan tuhanpun tidak menciptakan alam semesta. Lalu kita bisa curiga kalau tuhan sebenarnya khayalan.

Bisa jadi mereka salah, toh sains selalu berubah, tapi terbukti perubahan hampir selalu konstruktif dan sains telah banyak memajukan kehidupan manusia lewat teknologi. Bila ada yang lebih baik dari sains, saya akan menerimanya agar kehidupan di dunia lebih maju, tapi jelas itu bukan agama.

Keyakinan yang tersisa mungkin ada pada dunia supernatural. Tentang mukjizat-mukjizat yang ada dan tidak bisa dijelaskan oleh sains. Sungguh sains belum dapat mengungkapkannya.

Menariknya, keajaiban malah mendukung sisi negatif yang tidak disukai agama.

Mukjizat-mukjizat besar terjadi hanya di masa lalu, itupun kalau benar. Dan mukjizat-mukjizat sekarang juga ditampilkan oleh masyarakat animisme, seperti leak, voodo dan santet.

Dalam undang-undang Dasar 1945 pasal 29 ayat 2, jelas dikatakan tentang kebebasan memilih agama, Tentu saja ini juga berarti untuk bebas tidak memilih satupun agama seperti halnya bebas memilih kandidat dalam pemilu, bisa di artikan berhak untuk tidak memilih satupun kandidat yang ada.

Maka pendirian saya untuk memilih tidak beragama adalah tetap sesuai dengan UUD.

Agama juga terbukti gagal dalam menghilangkan bencana lumpur lapindo. Para pendeta dari bali telah berdoa di lokasi, begitu pula muslim dan kristen. Saya yakin pula tidak ada doa dari agama manapun yang berhasil menghilangkan korupsi di negara kita.
awan
Saya telah melihat banyak usaha untuk menampilkan keajaiban-keajaiban dalam agama, namun kenyataannya, sebagian besar adalah khayalan, sepalin supranatural. Ada yang mengatakan pohon-pohon yang berbaris membentuk kalimat syahadat, dan ternyata foto tersebut adalah foto lukisan.

Ada berita tentang penemuan kerangkan raksasa yang menunjukkan kerangka Adam, dan ternyata foto hasil edit dengan komputer terhadap kerangka mastodon. Ada juga foto-foto tentang pohon yang ruku, syahadat di bronkus, formasi alam yang menunjukkn kata Allah, foto bukti bulan pernah terbelah, bayi yang mengucap syahadat dan sebagainya. Ini adalah sebuah pola ynag sebenrnya acak. Pikiran kitalah yang menghubung-hubungkannya dengan pengalaman kita. Bagi orang yang tidak mengenal tulisan arab misalnya, gambar itu tidak ada artinya. Klaim yang sama pernah terjadi pada bentuk huruf B di Mars.

Imajinasi manusia sangat hebat.

Saudara bisa berbaring menatap langit dan melihat berbagai pola di awan dan bintang.

Pola itu tentunya tidak ada, kita sendiri yang membuatnya.

1 Komentar

  1. salam kenal


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar