Sebuah prasasti pada monumen syahid di Edinburg. “Dari Mei 1661 hingga Februari 1688, 18 ribu orang saling bunuh dan saling hancurkan karena sebab yang sama, di antaranya 100 orang bangsawan, tuan tanah, menteri dan lain-lain di hukum di Edinburg – mereka mati secara mulia demi Yesus.”
Tapi saya sangat tidak ingin memeluk agama bila ditekan dan di ancam akan di bunuh.
Dalam doktrin agama yahudi dan kristen, bahkan saya berdosa karena dosa Adam dan Hawa. Kenapa saya harus dihukum oleh perbuatan orang lain ribuan tahun lalu? Adalah lebih masuk akal bila doktrin ini adalah sebuah usaha primitif untuk menjaga keteraturan dalam masyarakat oleh penguasa. Dalam masyarakat beradab, ini seharusnya di atur lewat pikiran rasional dan disiplin diri.
Tuhan diciptakan untuk mengambil tempat tertinggi dalam pengaturan masyarakat. Dengan ancaman neraka, perbuatan-perbuatan yang merugikan masyarakat di anggap dapat di tekan. Di tambah dengan aturan hukum nyata, maka pemimpin politik mendapatkan lebih bnyak keteraturan lagi. Sebagian bertindak lebih jauh dengan hukum-hukum yang membatas kebebasan pribadi, seperti tata cara buang air dan sebagainya. Dengan demikian, kita bisa melihat pelanggaran kecil sebagai potensi untuk pelanggaran besar. Adalah konsekuensi yang sama mengerikan, bila doktrin yng sekuler dipakai untuk pembatasan pribadi seperti ini, contoh nyata adalah komunisme.
Agama yahudi, kristen dan islam percaya manusia tercipta dari Adam, yang diciptaan tuhan di surga dari tanah, dan Hawa, yang diciptakan dari tulang rusuk Adam. Sains percaya bahwa manusia tercipta dari evolusi primata. Batak toba percaya manusia diciptakan dari dewi yang menetas dari telur ayam ciptaan Mula Dyadi dan pria ciptaan langsungNya derngan wajah kadal dan kulit bunglon.
Di Nias, dipercaya pada awalnya hanya ada kegelapan dan kabut yang mengumpul dan menjadi mahluk tanpa lisan atau gerak, tanpa kpala, tangan atau kaki, lalu muncul sebuah pohon dengan tiga set buah dengan masing-masing berisi tiga biji, dari dua set pertama tercipta 6 mahluk dan set terakhir memunculkan seorang pria dan seorang wanita yang kemudian menjadi nenek moyang manusia. Orang Seram, Keo dan Tanimbar percaya manusia datang dari langit. Orang Bugis mengtakan manusia keturunan dari dewa langit dengan ke-enam istrinya dan suku Ifugao di Luzon, manusia juga keturunan Tuhan. Dari apapun manusia bersal, kita semestinya memajukan kehidupan di muka bumi demi kelangsungan anak cucu kita.
Tidak mungkin tuhan menurunkan wahyu-wahyu bertentangan di beberapa tempat lalu mengadu para pengikutnya, saling bunuh.
Belum Ada Tanggapan
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
