Bukti

Sepanjang sejarah manusia, tidak pernah berkembang suatu bukti tentang adanya tuhan yang dapat diterima secara universal. Bukti-bukti klasik dari akal telah diolah oleh orang-orang yang sudah terlibat dengan percaya adanya tuhan. Orang-orang ateis tidak dapat diyakinkan oleh bukti-bukti tersebut; banyak orang ateis dari bermacam-macam tradisi menganggap bukti-bukti tersebut tidak sempurna.
Kita harus mengakui bahwa tak ada bukti tentang keberadaan tuhan secara final dan konklusif. Sehingga semua orang dapat menerima, dan kita harus mengakui pula bahwa tak ada konsep individual tentang tuhan menjadi final (pasti). John Baille mengutip kata Wiliam Temple dengan nada setuju, yaitu bahwa setiap kejadian merupakan pengungkapan dari tuhan; ia juga mengutip kata Paul Tillich bahwa tak ada realitas atau benda atau kejadian yang tak dapat menjadi pembawa ungkapan tuhan. Apakah tuhan selalu mengungkapkan dirinya kepada semua yang akan memberi respons? Diantara bermacam-macam ide dan pengalaman yang dianggap sebagai ungkapan tuhan, bagaimana kita dapat menetapkan mana yang benar? Kita perlu menggunakan pemikiran yang kritis, disini atau ditempat lain, jika soal-soal pengetahuan dilibatkan. Pengetahuan agama tidak merupakan hal yang terpisah sama sekali dan berbeda dari pengetahuan tentang bidang-bidang lain.

Referensi:
John Baillie, The Idea of Revelation in Recent Thought (New York: Columbia U Press, 1956) hh.70,74

Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar