TAKUT KUNTILANAK DAN POCONG

Dhalikhum: Mas Ari, salam kenal…. ^_^

Ari: Salam kenal juga mas Likhum…. @_@

Dhalikhum: Mas mau nanya nih, kenapa ya kalo saya mau meditasi, tiba-tiba suka muncul bayangan kuntilanak, bayangan pocong, di benak saya sehingga saya merasa tidak nyaman dan takut? Kenapa ya?

Ari: Karena anda memikirkannya. Kalau anda tidak pikirkan, maka segala bayangan makhluk jadi-jadian itu akan hilang dengan sendirinya. You are not my victim, begitu kata si kuntilanak setelah putus asa tidak bisa mengganggu anda lagi. Pocong juga akan lari mencari korban lain karena anda ternyata sudah bisa membuka belangnya. Ternyata the pocong cuma bayangan saja. Bayangan dari anda sendiri. Diciptakan oleh pikiran anda sendiri. Setelah diciptakan tentu saja akan dinikmati, yg menikmati juga anda sendiri saja. Anda menikmati perasaan anda yg kocar-kacir setelah menciptakan kuntilanak dan pocong itu.

Selama anda masih mau menikmatinya, maka mereka akan muncul terus. Setelah anda abaikan dengan alasan sudah bosan, maka sedikit demi sedikit mereka akan menghilang karena ditarik pulang oleh Allah ta’alla untuk duduk manis di dalam Sorga. Anda abaikan artinya anda tidak menikmati mereka lagi. Karena anda tidak menikmati mereka lagi, maka pikiran anda akan berhenti memproduksi kuntilanak dan pocong. Begitu prosesnya.

Dhalikhum: Kenapa saya bisa takut? Dan apa yang saya takutkan?

Ari: Anda bisa takut karena anda mau takut. Anda dididik untuk takut sama kuntilanak dan pocong, maka takutlah anda. Kalau anda tidak takut namanya tidak normal… Di masyarakat kita, yg normal adalah orang yg takut kuntilanak dan pocong. Kalau anda tidak takut artinya anda tidak normal, dan harus dikuliahi habis-habisan oleh tetangga anda supaya anda bertobat dan takut. Yg anda takutkan adalah hilangnya rasa takut anda, sebenarnya… Kalau ternyata anda tidak takut lagi kepada hantu-hantu tradisional Indonesia yg namanya kuntilanak dan pocong itu, maka artinya anda sudah berbeda jauh dibandingkan tetangga anda. Dan itulah yg anda takutkan. Kalau dianggap beda berarti anda telah menjadi kafir. Kafir karena tidak lagi percaya kepada hantu tradisional.

Kafir itu label yg menakutkan bagi banyak dari kita karena akan dianggap orang aneh. Yg tidak aneh itu orang yg selalu takut hantu, terutama hantu asli Indonesia yg namanya kuntilanak dan pocong.

Dhalikhum: Apakah benar hantu-hantu itu yang saya takutkan? Atau ada hal lain?

Ari: Seperti telah saya tuliskan di atas, yg anda takutkan bukanlah hantu-hantu ciptaan pikiran anda sendiri itu. Anda takut menjadi lain dan dicap kafir. Orang mukmin harus percaya dan takut kepada kuntilanak dan pocong. Yg tidak takut kepada mereka cuma orang kafir. Yg termasuk kafir itu orang bule: orang AS, orang Australia, orang Perancis, orang Inggris. Semuanya kafir, dan ciri utamanya adalah tidak takut kuntilanak dan pocong.

Dhalikhum: Dan mereka itu cuma merepresentasi rasa takut saya saja?

Ari: Kuntilanak dan pocong merupakan figments dari imajinasi anda. Anda sendiri yg memunculkan mereka untuk bisa merasakan sensasi takut di diri anda. You created them yourself.

Dhalikhum: Lalu, sebenernya kuntilanak dan pocong itu ada gak sih? Atau cuma sebatas “keyakinan” atau kesadaran aja? Apakah bentuk asli mereka seperti itu? Atau bentuk mereka seperti itu karena persepsi yang tertanam dalam kesadaran kita? (kayaknya saya belom pernah liat hantu secara langsung…) *___*

Ari: Sebenarnya kuntilanak dan pocong tidak ada. Sama saja seperti Allah ta’alla yg juga sebenarnya tidak ada, tetapi menjadi ada karena dimunculkan oleh kesadaran kita. Kita berimajinasi bahwa ada kuntilanak dan pocong yg bentuknya demikian, lalu kita bisa merasa melihat mereka. Lalu karena pantasnya kita merasa takut, ya takutlah kita. Allah ta’alla juga tidak ada. Tetapi kita berimajinasi bahwa ada Allah yg menciptakan dunia dan segala isinya, menurunkan ayat-ayat melalui malaikat Jibril. Lalu Allah akan bisa menolong kita kalau kita sholat istiqarah, ditambah dengan cemplungin uang ke tanggok ikan yg dipakai untuk mengumpulkan sumbangan pembangunan mesjid di jalan-jalan, dsb… Semuanya itu imajinasi kita saja.

Kalau kita merasa takut terhadap pocong dan kuntilanak, akhirnya kita akan minta bantuan kepada Allah agar segala macam makhluk jadi-jadian itu pergi jauh dari hadapan kita. Karena kita yakin, akhirnya makhluk-makhluk itu pergi. Dan kita berterima kasih kepada Allah. Pedahal the makhluks dan Allah adalah hasil imajinasi kita sendiri saja. Kita mengimajinasikan ada hantu yg jahat dan ada Allah yg bisa kita suruh mengusir hantu. Akhirnya segalanya klop. Hantu pergi, dan kita tenang.

Agama bekerja seperti itu. Bukan agama saja melainkan semua kepercayaan bekerja seperti itu. Ada yg dipercaya, walaupun sebenarnya tidak ada. Adanya cuma ada di dalam pikiran kita saja, dan diciptakan di sana oleh kesadaran kita. Kesadaran kita bisa menciptakan hantu dan malaikat. Bisa menciptakan Setan dan Allah. Kita sendiri yg bermain-main dengan kesadaran kita saja. Kita berimajinasi saja.

Dhalikhum: Terus kenapa kalo hantu perempuan selalu dipersepsikan dengan baju putih dan rambut panjang? Apakah itu persespsi yang kolekftif?

Ari: Hantu perempuan dipersepsikan dengan baju putih dan rambut panjang karena di alam bawah sadar manusia Indonesia, seperti itulah ciri-ciri kewanitaan yg terakhir dan sempurna. Dan itulah yg ditakuti oleh para ulama Arabia dan antek-anteknya. Wanita dengan baju putih tembus pandang dan rambut panjang adalah jelmaaan Setan, begitu katanya. Pedahal itu cuma permainan imajinasi saja. Dan kita di Indonesia sudah latah, ikut-ikutan imajinasi ala Arabia itu. Orang Indonesia memang sejak lama telah menduduki ranking latah nomor satu di seluruh dunia… Yg takut sama wanita berdaster transparan dan berambut panjang terurai kan ulama Arabia, kok orang kita ikut-ikutan?

So, persepsi tentang hantu berbeda-beda. Baju putih dan rambut panjang nampaknya cuma hidup di imajinasi yg ke-Islam-Islaman. Imajinasi masyarakat yg tidak mengenal arogansi pria seperti budaya Arab tentu saja tidak takut terhadap figur wanita setengah telanjang dengan rambut terurai. Imajinasi manusia berbeda-beda. Tidak sama. Dan pelecehan wanita oleh budaya padang pasir itu dibawa terus bahkan sampai ke alam imajinasi. Pedahal bisa saja the kuntilanak itu pakai kain kebaya dan berkonde. Bisa saja seperti Ibu Kartini atau Nyonya Meneer. Tetapi kenapa yg muncul justru wanita berdaster dan berambut panjang? Karena di alam manusia Indonesia yg dididik untuk berimajinasi kepada Allah, wanita berdaster transparan dan tembus pandang itu adalah wanita Barat yg bebas merdeka dan tidak bisa ditaklukkan oleh pria Indonesia yg mau ikut-ikutan arogan mendudukkan wanita di kursi belakang. Akhirnya figur wanita Barat dengan pakaian tidurnya itu dijadikan simbol kuntilanak. Dimunculkan dan lalu orangnya jadi takut sendiri.

Pedahal tidak perlu takut. Pria Indonesia tidak perlu merasa minder dengan wanita Barat yg memang sudah sejajar dengan pria. Tetapi kalau ada pria Indonesia yg mau dicium tangannya ala Arabia, ya jelas wanita bule itu menakutkan. Menakutkan sekaligus menyenangkan karena bokep bule itu enak dilihat. Kalau kita lihat bokep wanita bule di oho oho rasanya enak sekali. Kita jadi kepengen. But we are afraid. Dan kita jadikanlah wanita bule, atau wanita Indonesia yg sudah berperilaku seperti bule, menjadi figur kuntilanak.

Dhalikhum: Element saya apa ya?

Ari: Banyak elemen air. Banyak tergantung dari perasaan. Kalau merasa sreg, maka akan maju. Kalau tidak sreg, tidak mau maju, dan maunya mundur saja.

Dhalikhum: Terus, what should I do? Karena saya bingung…

Ari: What you should do is maju mundur, karena itu yg paling enak. Kalau maju saja sudah jelas itu impossible. Mundur saja juga impossible. Yg paling enak itu yg maju mundur. Maju satu mundur satu. Begitu caranya. Makin lama makin cepat…

Dhalikhum: Hohohoo….

Ari: Hohohoo…

2 Komentar

  1. k ari ?
    klo malam ska ada ciak-ciak suara ayam itu tndanya ada kuntilanak .
    apa bner ?

  2. bang bangaimna caranya bisa punya indra ke_6 ?


Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.