TAKUT KUNTILANAK DAN POCONG

Dhalikhum: Mas Ari, salam kenal…. ^_^

Ari: Salam kenal juga mas Likhum…. @_@

Dhalikhum: Mas mau nanya nih, kenapa ya kalo saya mau meditasi, tiba-tiba suka muncul bayangan kuntilanak, bayangan pocong, di benak saya sehingga saya merasa tidak nyaman dan takut? Kenapa ya?

Ari: Karena anda memikirkannya. Kalau anda tidak pikirkan, maka segala bayangan makhluk jadi-jadian itu akan hilang dengan sendirinya. You are not my victim, begitu kata si kuntilanak setelah putus asa tidak bisa mengganggu anda lagi. Pocong juga akan lari mencari korban lain karena anda ternyata sudah bisa membuka belangnya. Ternyata the pocong cuma bayangan saja. Bayangan dari anda sendiri. Diciptakan oleh pikiran anda sendiri. Setelah diciptakan tentu saja akan dinikmati, yg menikmati juga anda sendiri saja. Anda menikmati perasaan anda yg kocar-kacir setelah menciptakan kuntilanak dan pocong itu.

Selama anda masih mau menikmatinya, maka mereka akan muncul terus. Setelah anda abaikan dengan alasan sudah bosan, maka sedikit demi sedikit mereka akan menghilang karena ditarik pulang oleh Allah ta’alla untuk duduk manis di dalam Sorga. Anda abaikan artinya anda tidak menikmati mereka lagi. Karena anda tidak menikmati mereka lagi, maka pikiran anda akan berhenti memproduksi kuntilanak dan pocong. Begitu prosesnya.

Dhalikhum: Kenapa saya bisa takut? Dan apa yang saya takutkan?

Ari: Anda bisa takut karena anda mau takut. Anda dididik untuk takut sama kuntilanak dan pocong, maka takutlah anda. Kalau anda tidak takut namanya tidak normal… Di masyarakat kita, yg normal adalah orang yg takut kuntilanak dan pocong. Kalau anda tidak takut artinya anda tidak normal, dan harus dikuliahi habis-habisan oleh tetangga anda supaya anda bertobat dan takut. Yg anda takutkan adalah hilangnya rasa takut anda, sebenarnya… Kalau ternyata anda tidak takut lagi kepada hantu-hantu tradisional Indonesia yg namanya kuntilanak dan pocong itu, maka artinya anda sudah berbeda jauh dibandingkan tetangga anda. Dan itulah yg anda takutkan. Kalau dianggap beda berarti anda telah menjadi kafir. Kafir karena tidak lagi percaya kepada hantu tradisional.

Kafir itu label yg menakutkan bagi banyak dari kita karena akan dianggap orang aneh. Yg tidak aneh itu orang yg selalu takut hantu, terutama hantu asli Indonesia yg namanya kuntilanak dan pocong.

Dhalikhum: Apakah benar hantu-hantu itu yang saya takutkan? Atau ada hal lain?

Ari: Seperti telah saya tuliskan di atas, yg anda takutkan bukanlah hantu-hantu ciptaan pikiran anda sendiri itu. Anda takut menjadi lain dan dicap kafir. Orang mukmin harus percaya dan takut kepada kuntilanak dan pocong. Yg tidak takut kepada mereka cuma orang kafir. Yg termasuk kafir itu orang bule: orang AS, orang Australia, orang Perancis, orang Inggris. Semuanya kafir, dan ciri utamanya adalah tidak takut kuntilanak dan pocong.

Dhalikhum: Dan mereka itu cuma merepresentasi rasa takut saya saja?

Ari: Kuntilanak dan pocong merupakan figments dari imajinasi anda. Anda sendiri yg memunculkan mereka untuk bisa merasakan sensasi takut di diri anda. You created them yourself.

Dhalikhum: Lalu, sebenernya kuntilanak dan pocong itu ada gak sih? Atau cuma sebatas “keyakinan” atau kesadaran aja? Apakah bentuk asli mereka seperti itu? Atau bentuk mereka seperti itu karena persepsi yang tertanam dalam kesadaran kita? (kayaknya saya belom pernah liat hantu secara langsung…) *___*

Ari: Sebenarnya kuntilanak dan pocong tidak ada. Sama saja seperti Allah ta’alla yg juga sebenarnya tidak ada, tetapi menjadi ada karena dimunculkan oleh kesadaran kita. Kita berimajinasi bahwa ada kuntilanak dan pocong yg bentuknya demikian, lalu kita bisa merasa melihat mereka. Lalu karena pantasnya kita merasa takut, ya takutlah kita. Allah ta’alla juga tidak ada. Tetapi kita berimajinasi bahwa ada Allah yg menciptakan dunia dan segala isinya, menurunkan ayat-ayat melalui malaikat Jibril. Lalu Allah akan bisa menolong kita kalau kita sholat istiqarah, ditambah dengan cemplungin uang ke tanggok ikan yg dipakai untuk mengumpulkan sumbangan pembangunan mesjid di jalan-jalan, dsb… Semuanya itu imajinasi kita saja.

Kalau kita merasa takut terhadap pocong dan kuntilanak, akhirnya kita akan minta bantuan kepada Allah agar segala macam makhluk jadi-jadian itu pergi jauh dari hadapan kita. Karena kita yakin, akhirnya makhluk-makhluk itu pergi. Dan kita berterima kasih kepada Allah. Pedahal the makhluks dan Allah adalah hasil imajinasi kita sendiri saja. Kita mengimajinasikan ada hantu yg jahat dan ada Allah yg bisa kita suruh mengusir hantu. Akhirnya segalanya klop. Hantu pergi, dan kita tenang.

Agama bekerja seperti itu. Bukan agama saja melainkan semua kepercayaan bekerja seperti itu. Ada yg dipercaya, walaupun sebenarnya tidak ada. Adanya cuma ada di dalam pikiran kita saja, dan diciptakan di sana oleh kesadaran kita. Kesadaran kita bisa menciptakan hantu dan malaikat. Bisa menciptakan Setan dan Allah. Kita sendiri yg bermain-main dengan kesadaran kita saja. Kita berimajinasi saja.

Dhalikhum: Terus kenapa kalo hantu perempuan selalu dipersepsikan dengan baju putih dan rambut panjang? Apakah itu persespsi yang kolekftif?

Ari: Hantu perempuan dipersepsikan dengan baju putih dan rambut panjang karena di alam bawah sadar manusia Indonesia, seperti itulah ciri-ciri kewanitaan yg terakhir dan sempurna. Dan itulah yg ditakuti oleh para ulama Arabia dan antek-anteknya. Wanita dengan baju putih tembus pandang dan rambut panjang adalah jelmaaan Setan, begitu katanya. Pedahal itu cuma permainan imajinasi saja. Dan kita di Indonesia sudah latah, ikut-ikutan imajinasi ala Arabia itu. Orang Indonesia memang sejak lama telah menduduki ranking latah nomor satu di seluruh dunia… Yg takut sama wanita berdaster transparan dan berambut panjang terurai kan ulama Arabia, kok orang kita ikut-ikutan?

So, persepsi tentang hantu berbeda-beda. Baju putih dan rambut panjang nampaknya cuma hidup di imajinasi yg ke-Islam-Islaman. Imajinasi masyarakat yg tidak mengenal arogansi pria seperti budaya Arab tentu saja tidak takut terhadap figur wanita setengah telanjang dengan rambut terurai. Imajinasi manusia berbeda-beda. Tidak sama. Dan pelecehan wanita oleh budaya padang pasir itu dibawa terus bahkan sampai ke alam imajinasi. Pedahal bisa saja the kuntilanak itu pakai kain kebaya dan berkonde. Bisa saja seperti Ibu Kartini atau Nyonya Meneer. Tetapi kenapa yg muncul justru wanita berdaster dan berambut panjang? Karena di alam manusia Indonesia yg dididik untuk berimajinasi kepada Allah, wanita berdaster transparan dan tembus pandang itu adalah wanita Barat yg bebas merdeka dan tidak bisa ditaklukkan oleh pria Indonesia yg mau ikut-ikutan arogan mendudukkan wanita di kursi belakang. Akhirnya figur wanita Barat dengan pakaian tidurnya itu dijadikan simbol kuntilanak. Dimunculkan dan lalu orangnya jadi takut sendiri.

Pedahal tidak perlu takut. Pria Indonesia tidak perlu merasa minder dengan wanita Barat yg memang sudah sejajar dengan pria. Tetapi kalau ada pria Indonesia yg mau dicium tangannya ala Arabia, ya jelas wanita bule itu menakutkan. Menakutkan sekaligus menyenangkan karena bokep bule itu enak dilihat. Kalau kita lihat bokep wanita bule di oho oho rasanya enak sekali. Kita jadi kepengen. But we are afraid. Dan kita jadikanlah wanita bule, atau wanita Indonesia yg sudah berperilaku seperti bule, menjadi figur kuntilanak.

Dhalikhum: Element saya apa ya?

Ari: Banyak elemen air. Banyak tergantung dari perasaan. Kalau merasa sreg, maka akan maju. Kalau tidak sreg, tidak mau maju, dan maunya mundur saja.

Dhalikhum: Terus, what should I do? Karena saya bingung…

Ari: What you should do is maju mundur, karena itu yg paling enak. Kalau maju saja sudah jelas itu impossible. Mundur saja juga impossible. Yg paling enak itu yg maju mundur. Maju satu mundur satu. Begitu caranya. Makin lama makin cepat…

Dhalikhum: Hohohoo….

Ari: Hohohoo…

Iklan

Jika Atheis Bersalah

Saya orang yang jarang membaca koran, palingan koran hari minggu dan yang di lihat2 bagian sasinstek dan religi. Kali ini saya cukup unya waktu luang untuk membuat review cepat pada rubrik religi sebuah koran terkenal. Saya sering membayangkan, kapan ya atheisme ada di salah satu kolom mingguan bagian religi atau punya koran sendiri. Well, anyway saya akan sistematis disini. Mungkin saya akan jadikan kebiasaan ini setiap bulan. Bad dapat nilai -1, Good dapat nilai +1.
A. HINDU
Judul : Pemujaan Saraswati
BAD:
1. Pagi hari setelah ritual, menhaturkan puji syukur ke Hyang Saraswati meminta kebijaksanaan dengan cara menikmati nasi Pradynan.
Repot. Lagian gimana kalau gak ada beras. Kenapa juga berdoa harus dilakukan dengan makan2.
2. Mohon air suci setelah persembahan sesaji sebelum sembah Hyang.
Air suci? Bagi saya air suci adalah air mineral.
3. Mempersembahkan penyeneng dan sajian sambil mengucapkan mantera
Ouch. Sesajennya lebih baik buat orang miskin saja. Lebih realistik.
GOOD:
1. Dewi Saraswati sebagai maha guru sejati memiliki kasih sayang yang universal yang menghapuskan segala kegelapan pikiran dan kekhilafan jalan hidup.
Saya senang kata2 “Kasih sayang yang universal itu.” Jadi saya yang atheist ini jugadapat kasih sayangnya.

Nilai Total = -2

B. BUDDHA
Judul : Nilai dan Budaya
BAD:
1. Nilai mengenai standar keimanan yang menentukan siapa kita, bagaimana kita hidup dan bagaimana memberlakukan orang lain.
No, nilai lebih luas cakupannya. Ada nilai ekonomi, pendidikan dan lain2. Tolong jangan di samakan semuanya.
2. Nilai Paramita memiliki salah satu unsurnya nilai cinta kasih yang tulus seperti ibu pada anaknya.
Bukan maslah cintanya sih, cuma saya kecewa karena nilai paramita tidak di sebutkan semuanya. Sayakan pengen tahu apa sja isinya.
3. Dalam Dhammapada 20 tertulis “Walaupun seseorang membaca 1000 ayat kitab suci, tetapi tidak menjalankan ajaran dengan baik, maka bagaikan penggembala sapi yang hanya dapat menghitung sapi2 yang digembalakan orang lain, ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci.”
Analogi yang gak pas saya rasa. Kenapa ayat di ibaratkan sapi, dan mansuai sebagai penggembalanya? Apakah artinya ayat-ayat bisa di manipulasi oleh manusia?
4. Selain nilai etika dan moral, agama merupakan sumber nilai dalam memahami spiritualitas.
Sumber nilai untuk memahami spiritualitas justru membuat agama menjadi cenderung tidak toleran.
5. Nilai moralitas merupakan keyakinan terhadap perilaku yang benar dan berdampak positif bagi yang menjalankan maupun bagi orang lain.
Bagaimana dengan kasus euthanasia kalau begitu?
6. Norma berarti aturan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, sekaligus ukuran kelakuan.

Bahasanya tidak tepat. Seharusnya alat untuk mengukur kelakuan.

GOOD:
1. Tingkatan adat di bawahnya berturut2 menjadi lebih konkret, dari norma hukum hingga aturan2 khusus
Saya senang kalau lebih ke kebudayaaan. Akhirnya setelah pembahasan sosiologi yang berkepanjangan.
2. Setiap agama tidak mengajarkan membunuh, mencuri, berzina, berdusta dan narkotika
Penekanan yang bagus, mengingat saya hanya dapat menyangkal satu yaitu ‘membunuh’ itu.
3. Keimanan merupakan sebuah nilai karena mempengaruhi perilaku seseorang yang dapat menguntungkan bagi yang mempraktekannya maupun yang terkena akibatnya.
Nah, sekarang baru betul. Nilai bukan cuma keimanan doang.
4. Ajaran Buddha bukan semata2 ajaran teoritis tapi juga ajaran praktis.
Yup, setuju banget
5. Unsur kemanusiaan merupakan salah satu kriteria kebenaran agama.
Hell yEsss!!
6. Puasa atthasila, tidak makan dan minum dari jam 12 siang sampai 6 pagi.
Keren juga. Sahur jam 11 siang.
7. Nilai budaya bersifat abstrak dan luas ruang lingkupnya.
Saya suka ada kata abstrak di situ.
8. Puasa atthasila dilakukan tanggal 1, 8, 15 dan 22 atau 23 tiap bulan
Tanggal 1 puasa. Bagus juga, secara tanggal 1 kan gajian, cenderung foya2 tuh.

Total Nilai = +2

C. KATOLIK
Judul : Kemerosotan Akhlak

BAD:
1. Masyarakat ribuan tahun lalu tidak jauh bedanya dengan masyarakat kita sekarang
Oh, Please. Jauh banget kaleee
2. Pemimpin masyarakat ribuan tahun lalu tidak jauh bedanya dengan kita sekarang
No. Sekarang kita punya demokrasi.
GOOD:
1. Keadaan ini masih terjadi pada skala yang berbeda dari masa lalu.
OK. Artinya berbeda khan.
2. Dalam Mikha 7 ayat 2 dikatakan “Orang shaleh sudah hilang dari negeri ini, dan tiada lagi orang yang jujur di antara manusia”
Menggambarkan nabi Mikha sebagai tukang protes. Bagus.
3. Tali persaudaraan dan kekeluargaan telah rusak pada zaman nabi Mikha.
Pantas saja ia protes.
4. Syukur kalau hl itu tidak terjadi lagi
OK. Sekarang jauh lebih baik kan?
5. Suara nabi itu tetap bermanfaat bagi kita untuk kita renungkan
Benar sekali
6. “Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yag berbaring di pangkuanmu!” (Mikha)
Jaga nafsu y nabi. Setuju saya. Kita harus cool.
7. Tugas kita sekarang memperbaiki masyarakat agar lebih baik lagi.
Setuju bnget.
8. Kita mulai mengubah perilaku diri sendiri
Setuju banget
9. Ancaman nabi Mikha pada orang-orang muafik yang di ibaratkan tumbuhan berduri
Analogi yang sangat pas. Nabi Mikha lebih pitar membuat analogi dari pada Buddha
10. Aapkah akhlak kita telah merosot? Kita sendirilah yang bisaa menjawabnya.
Setuju banget

Total Nilai = +8

D. KONGHUCU
Judul : Harmoni

BAD
1. Kong hu cu berkata dalam kitab Lun Yu, kalau nama keliru, segala sesuatu menjadi keliru dan kacau
Wah, berlebihan sekali. Ini isi kitab suci lho.
GOOD
1. Memperbaiki nama berarti memperbaiki perilaku dana kinerja
Nah, ini baru benar. Kenapa gak ditulis begitu sja sih di kitab suci.
2. Tiap hari orang perlu memperbaiki perilaku dan kinerja
Benar banget
3. Kong Hu Cu pada kesempatan lain berkata hanya jika setiap orang berperan sesuai posisinya, masyarakat akan harmonis
Setuju banget
4. Harmoni adalah salah satu kunci ajaran Kung
Bagus kalau begitu
5. Harmoni memang merupakan sebuah kebutuhan dasar
Yup. Setuju.
6. Harmoni bukan ada dengan sendirinya tapi musti di upayakan
Hell, yesss!!!
7. Buku Mana Religion karya John Noss menjelaskan memperbaiki nama adalah membuat hubungan, tugas dan lembaga selaras mungkin dengan makna idealya
Mengutip sarjana barat. Keren.
8. Kitab ajaran Kong Hu Cu yaitu Lun Yu, Ta Hsueh, Chung Yung, dan Meng Tse, dipelajari di banyak seminari teologi eropa dan amerika
Keren banget tuh.

Total Nilai = + 7

5. PROTESTAN
Judul = Kita dan Doa-doa

BAD
1. Kadang-kadang kita sendirilah yang paling tercengang jika permintaan doa kita terkabul
Sepertinya bahkan pemeluk protestan pesimis pada doanya sendiri
2. Kita seharusnya memohon kepada Allah agar roh kudus menimbulkan keinginan suci dalam hati kita
Ha? Kenapa harus memohon keinginan lalu keinginan tersebut kita mohon terkabul? Tidak efektif
3. Tidak ada doa yang benar-benar yang mengintrospeksi diri sendiri
Benar tidak saya menginginkan ini? Tuhan tolong tunjukkan atau pikirin sendiri?
4. Mau tidak mau, kita adalah bagian dari suatu masyarakat
Tarzan nggak
5. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi sesaat di depan kita
Belum tentu
6. Godaan besar dalam doa adalah meminta hal-hal yang kita anggap harus kita minta
Sama dengan point 2 dan 3

GOOD
1. Dalam hati kita harus ada kejujura penuh terhadap diri sendiri
Benar
2. Banyak di atara kita yang seumur hidupnya lebih suka lari dari kenyataan dari pada menghadapinya
Setuju
3. Kita begitu sering berdoa seolah-olah tidak ada hal lain yang penting kecuali diri sendiri
Tepat
4. Banyak orang terlalu sering berdoa
Hell, yes
5. Bahaya doa adalah bahwa seara sangat tepat kita meminta, tanpa keinginan untuk menerimanya
Hoaaa. Baru kali ini saya dengar ulama berkata tentang bahaya doa
6. Kita harus secara spesifik mengucapkan satu persatu pemberiannya dan mengucapkan terima kasih
Saya setuju bagian bersyukur itu. Sangat baik bagi jiwa

Total Nilai = 0

6. ISLAM
Judul = Haji dan Umrah

BAD
1. Naik haji sekarang antri, memakai daftar tunggu
What. Anda protes kalau antri. So anda gak mau di atur dong. Please. Di masa depan jumlah umat islam akan bertambah banyak dan antrian semakin panjang. Anda ingin alokasi dana dari pemerintah untuk loket haji. Bagaimana dengan pesawat? Anda mau negara bangkrut
2. Berangkatlah umrah, saat ada uang, kalau tidak menyesal
Subjektif. Anda bahkan mungkin akan bersyukur bila ternyata pesawat yang akan embawa anda umrah itu jatuh
3. Pengalaman Abd ibn Mubarak yang bertemu dua orang malaikat saat tidur di mekkah saat ibadah haji
Halusinasi. Baca the God Effect.

GOOD
1. Kisah seorang miskin yang menangis karena telah memasak bangkai keledai demi keluarga yang kelaparan sehingga menolak memberi makan tamunya, Abdullah ibn Mubarak
Tindakan yang sangat etis. Saya juga terharu. Hiks.
2. Kisah seorang miskin yang meminta uang pada syeikh Abu Yazid al Bustami, hingga ia tidak jadi berangkat haji
Tindakan yang baik sekali dari kedua pihak. Lebih penting untuk sosial daripada pribadi.
3. Kisah Sufyan al Tsauri yang memberikan pahala 40 kali hajinya kepada pemuda yang mengeluh tidak bisa naik haji
Sangat-sangat terpuji sekali.
4. Ka’bah yang berlari menyambut Rabiah al Adawiyah yang datang dengan kerinduan (niyaz)
Saya senang karena peristiwa ini sangat lucu kalau di bayangkan
5. Tidak perlu banyak bekal menuju baitullah dan sang pemilik rumah
Tepat sekali

Total Nilai = +2

Skala ketertarikan agama saat ini:
Katolik = +8
KongHucu = +7
Buddha/Islam = +2
Protestan = 0
Hindu = -2

Nilai ini akan saya kumulatifkan pada review2 selanjutnya yang di buat setiap awal bulan dan di publikasi tengah bulan, sehingga saya bisa memutuskan mau jadi agama apa bila suatu saat menjadi atheist terbukti salah.

Yesus

Pendapat ateis yang menerima yesus sebagai tokoh etika
Terdapat isu kalau sejarah yesus disimpangkan. Gospel penuh dengan kontradiksi dan non-sekuitur, namun apa yang jelas yesus tidak lakukan adalah menyatakan dirinya sendiri sebagai messiah – orang lain cenderung menganggapnya messiah (paling jelas adalah Saul dari Tarsis).
Lebih jauh, bahkan bila yesus mengklaim sebagai anak tuhan, tidaklah cukup jelas (hampir mustahil) kalau ia akan percaya kalau ia suci –faktanya, dalam beberapa ayat, ia menolaknya dengan jelas. Jadi bahkan bila ia adalah messiah yahudi, tidak ada alasan menganggapnya mengklaim kesucian. Dan messiah (bahkan yang dibangkitkan) adalah dua sisi mata uang. Bukan salah yesus kalau pengikut-pengikutnya menyimpangkan bukan hanya pesan dan etikanya, namun pribadinya sendiri.
Yesus adalah yahudi, mengikuti tradisi Galilean Hasid (baca “Jesus the Jew” oleh Geza Vermes untuk lebih lanjutnya). Ia bukan orang pertama yang memiliki gagasan ini, namun ia tampak menarik hati masyarakat. Faktanya, bila ada (menurut injil) yesus menerima tantangan pembuktian, dan dengan ibarat Samaritan yang baik adalah jelas kalau agama baginya sepenuhnya tidak penting; etika kita pada sesama manusia yang penting.
Yesus mesti diselamatkan dari Kristen, apakah oleh yahudi atau ateis itu masih pertanyaan. Dengan mengatakan kalau ia adalah orang yang baik lebih dari cukup.
Bila yesus hidup di masa kita, ia pastinya ateis.
Yesus dapat disetarakan dengan kong hu cu, Buddha atau lao tzu sebagai tokoh pembaharu moral. Penafsiran humanis atas hidup yesus adalah mungkin. Perlu hati yang sangat mulia bila mati demi orang lain.
Menolak yesus sebagai tuhan tidak ada hubungannya dengan menerima beliau sebagai guru. Guru menyampaikan apa yang telah diajarkan kepadanya dan memberi tambahannya pada generasi selanjutnya. Yesus lebih dari baik dalam melakukan ini, bila ia disalah kutip hingga pada titik pembaca masa kini tidak mampu memahami konteks sesungguhnya yang sesungguhnya diajarkan yesus 2000 tahun lalu, itu karena injil telah berulang kali di tulis ulang. Yesus tidak dapat disalahkan untuk itu.
Dipercaya oleh kaum teis kalau yesus akan kembali di masa kini untuk membersihkan apa yang telah diperbuat orang pada namanya, dari gereja katolik hingga fundamentalis sayap kanan. Bila benar kalau yesus akan kembali, maka yesus akan memilih ateis sebagai masyarakatnya.
Yesus memang tidak setara dengan orang super baik lainnya seperti Mahatma Gandhi (bukan Bunda Teresa yang beriman). Ateis berhutang pada yesus untuk memisahkan etika radikal dan murni beliau dari omong kosong supernatural yang meliputinya. Dan mungkin ini akan memicu meme super kebaikan dalam masyarakat pasca-kristen.
Bagi Romawi dimasanya, yesus adalah ateis, karena tidak percaya pada tuhan-tuhan mereka.
Tentu saja yesus adalah teis, namun itu hal yang tidak terlalu menarik. Ia merupakan teis, karena dimasanya, semua orang teis. Ateisme bukanlah pilihan, bahkan untuk pemikir yang begitu radikal seperti yesus. Apa yang menarik mengenai yesus adlah fakta yang tidak jelas kalau ia percaya pada tuhan agama yahudinya, namun ia memberontak melawan banyak aspek keburukan dari Yahweh. Paling tidak dalam ajaran yang diatributkan kepadanya, ia secara public mengajak pada kebaikan dan yang pertama kali melakukan hal itu. Bagi mereka yang berpijak pada kekejaman mirip-syariah dari Leviticus dan Deuteronomy; bagi mereka yang ketakutan dari tuhan mirip-ayatollah dari ibrahim dan ishak, seorang pendeta karismatik muda yang mengajak pada ampunan yang baik mesti tampak radikal hingga titik penghianatan. Tidak heran kalau pemerintah memakunya.
Kita dapat membaca gospel, membuang semua supernaturalisme dan demonology dan muncul dengan gagasan kalau yesus adalah reformer idealistic dan pencinta mereka yang tertindas.
Yesus tampaknya wafat tanpa menulis sebuah buku atau mengumpulkan pengikut yang banyak (dua belas yang sepenuhnya, mungkin beberapa lusin pengikut biasa dan beberapa dadakan), jadi mudah untuk membuat rekayasa atas dirinya dalam beragam cara.
Yesus adalah individu dengan rasa kasih yang besar; pejuang sejati perdamaian di bumi, dan pendukung kuat orang miskin dan menderita yang terlalu sering diabaikan oleh masyarakat maju.
Pandangan mengenai yesus dan ajarannya yangdipegang oleh orang-orang yang mengenalnya secara pribadi (12 rasul) telah disimpangkan oleh orang-orang yang tidak pernah bertemu atau memahaminya dan ajarannya (dari Paul hingga Constantine hingga sekarang).
Ada tiga tahap berbeda dalam perkembangan sejarah yesus dan ajarannya (dalam injil dan dokumen lain).
Tahap awal adalah yang dijelaskan oleh orang yang punya hubungan pribadi dengan yesus (12 rasul dan pengikutnya, Ebionites).
Tahap kedua disajikan oleh paul, yang mempelajari kekristenan darinya (perlu diingat kalau paul tidak pernah bertemu dengan yesus, namun mengklaim [seperti halnya David Koresh dan Jim Jones] dikunjungi oleh yesus dalam sebuah visi).
Tahap ketiga adalah usaha untuk mempermulus perbedaan antara para pengikur rasul asli dengan pengikut paul, dengan menjadikan paul seolah diterima oleh rasul asli sebagai rasul yang setara (Nyata dalam kitab kejadian yang ditulis teman Paul, Luke).
Carl sagan mengatakan kalau kitab perjanjian baru menjadi hasil kompromi antara agama yesus dan agama paul dalam suratnya ke Ken Schei.
Keyakinan dari ebionites adalah:
Mereka percaya adanya satu tuhan saja, dan menolak ketuhanan yesus. (Irenaeus, Tertullian, Hippolytus)
Mereka melaksanakan hukum Musa (versi yang telah diperbaiki oleh yesus) sebagai sayarat untuk pengorbanan (Hippolytus, Eusebius)
Mereka menolak kelahiran yesus dari perawan (Irenaeus, Tertullian, Hippolytus, Eusebius, Epiphanius)
Mereka percaya kalau yesus hanya manusia biasa. (Irenaeus, Tertullian, Hippolytus, Eusebius, Epiphanius)
mereka mengatakan kalau yesus mendapat pangkat anak tuhan setelah memenuhi sebuah hukum (Hippolytus, Epiphanius)
Mereka mengklaim kalau yesus adalah nabi sejati (Epiphanius)
Ebionites menjelaskan pertarungan doktrin yang muncul setelah kematian yesus antara para rasul awal dengan paul mengenai ketuhanan yesus.
Rasul awal mengirim pesan ke gereja paul memberi tahunya kalau paul mengajarkan doktrin yang salah (yang disebut “rasul istimewa” [2 Cor 11:5] yang dikatakan paul kalau itu adalah dirinya sesungguhnya adalah rasul asli (Peter dan John, dan James saudara Yesus)
Saat para rasul asli tampak akan menang, Romawi menaklukkan Yerusalem dan rasul asli (bersama sebagian besar populasi yahudi) bertebaran ke gurun.

Pendapat ateis yang menolak yesus sebagai tokoh etika
Ateis yang menolak yesus menganggap kalau sebaik apapun ia, ia tetap produk teis yang ilusif. Mereka juga menyangkal kalau yesus memiliki etika yang bagus. Ia menyebut wanita yang bukan bangsanya sebagai anjing dan menolak menyembuhkannya, dan hanya mau setelah wanita itu memohon dan meratap.
Yesus versi injil ini bahkan lebih buruk dari tuhan yahudi, karena membawa konsep neraka ke dalam injil dan mengenai hari kiamat pula. Yesus versi injil ini mengajarkan kalau ketidak yakinan kepadanya akan membawa pada siksaan di Gehenna/neraka. Yesus versi injil juga mengajarkan konsep setan, dengan gagasan iblis dan kiamat. Ini bukan ibarat atau simbolik tapi dianggap benar-benar nyata.
“Lakukan apa yang ingin orang lain lakukan kepada anda” merupakan ungkapan yang bagus, tapi telah ada jauh sebelum yesus.
Selain itu, yesus mungkin merasa kalau ia terpanggil untuk melakukan pekerjaan tuhan dalam apa yang ia katakan, seperti jutaan orang religius lainnya yang menghuni planet kita. Dengan kata lain, yesus juga berkhayal.
Doktrin yang dinisbahkan kepada yesus bukanlah etika tapi kemunafikan.
Bila tidak ada tuhan maka yesus jelas telah berbohong saat ia mengklaim sebagai anak tuhan. Bila hukum fisika tidak berubah maka jelas yesus, baik sendiri maupun lebih mungkin bersama-sama, berbohong saat ia mengklaim telah melakukan mukjizat seperti penyembuhan, kebangkitan dan berjalan di air dan mukjizat lainnya.
Studi yang serius pada apa sesungguhnya yesus membawa pada tiga kesimpulan yang mungkin: Ia pembohong, orang gila yang berilusi, atau sang messiah, putra tuhan. Dalam pandangan ini adalah konyol kalau mengambil posisi kalau yesus hanyalah seorang guru dan figur yang baik. Dan ateis semestinya tidak mendukung yesus.
Ateis yang mengklaim mendukung yesus dapat diuji dengan menemui beliau di depan umum lalu memukul pipi kirinya, maukah ia berputar kemudian menyerahkan pipi kanannya juga? Tentu tidak. Ia akan berusaha mempertahankan diri, atau melaporkan pelaku kepada polisi dan menuntutnya.
Kenapa kita memanggil pembohong ini “Guru yang baik” dan mengapa atas nama nalar, rasionalitas dan kemanusiaan seorang yang bermoral –ateis atau teis – mengatakan mereka untuk yesus?
Yesus adalah pemimpin sekte. Kelompoknya menunjukkan semua karakteristik sekte berbahaya. Filosofi pasif dan penyerahannya, mungkin bagus dalam membantu orang yang sangat sombong dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang anda menciptakan tentara budak yang pasif. Adalah tidak bagus membawa pada kebaikan ekstrim.
Mengatakan kalau bila yesus hidup sekarang, ia akan menjadi ateis sama artinya dengan mengatakan kalau yesus hidup sekarang, ia tidak akan percaya dengan keberadaan dirinya sendiri. Mengatakan kalau ateis mendukung yesus sama artinya dengan vegetarian yang mendukung tempat pemotongan sapi. Kontradiktif.

Pendapat ateis yang netral terhadap yesus
Ateis yang berpandangan ini menganggap kalau yesus hanyalah tokoh imajiner yang tidak terbukti ada. Dalam pandangan sains (dalam hal ini, kebenaran sejarah) mesti dikatakan kalau kita tidak dapat lagi membicarakan mengenai yesus sebagai tokoh sejarah bila kita jujur secara intelektual pada diri sendiri. Buku berjudul “Did Jesus Ever Live?” karya L. Gordon Rylands dicetak tahun 1930an sangat menarik untuk dikaji.
Wacana ateis yang mendukung yesus diajukan sebagian ateis dengan memandang kalau yesus adalah tokoh nyata, sementara wacana kalau yesus mencintai ateis memandang kalau yesus adalah tokoh fiksi.
Yesus bukan hanya tidak ada, namun ia jelas bukan model peran etika modern yang baik.

Kenyataannya, Yesus tidak ada.
Di kitab perjanjian lama tidak ada petunjuk mengenai adanya yesus. Mereka “yang dijanjikan” dalam perjanjian baru sebenarnya adalah penguasa dunia yahudi. Menyatakan ini meramalkan yesus adalah konyol karena sangat mengambang. Thomas Paine, penulis besar revolusi amerika menunjukkan ketidak-relevan-an ini dalam bukunya An Examination of the Prophecies, di Bab III The Age of Reason.
Perjanjian baru terbagi atas dua tipe dokumen: surat dan biografi belum jadi (gospel). Kategori ketiga tulisan yang memuat kitab wahyu, juga ada, namun tidak membahas sejarah yesus. Faktanya, jelas tampak kalau ia adalah fosil intelektual yahudi yang dikerjakan ulang demi kepentingan Kristen. Karakter utama kitab ini adalah domba, mahluk astral yang muncul dalam visi (tidak diragukan lagi kalau ia imajiner), dan kitab itu penuh dengan astrologi purba.
Nama yesus muncul tujuh kali dalam seluruh kitab, kristus hanya empat kali, dan yesus kristus hanya dua kali. Sementara Wahyu kemungkinan besar diperoleh dari periode paling awalnya (berbeda dengan pandangan sebagian besar sarjana injil, yang berurusan dengan kitab hanya pada bentuk finalnya), yesus jelas bukan manusia. Ia mahluk supernatural. Ia tidak memiliki sifat metabolisme dan fisiologis yang dapat kita baca di gospel. Yesus dalam kitab wahyu adalah tuhan yang kemudian dijadikan manusia – bukan manusia yang dijadikan tuhan, sebagaimana sarjana religius liberal yakini.
Gospel sendiri tidak berasal dari masa Kristen awal. Walau dikatakan penulisnya Matthew, mark, Luke dan john, kata-kata “menurut Matthew” dll baru ditambahkan hingga akhir abad kedua masehi. Jadi, walau Papias ca. 140 M mengetahui semua gospel namun hanya mengenal Matthew dan Mark, Justin Martyr (ca. 150 M) tidak mengenal keempat pengarang itu. Hanya tahun 180 M, dengan Irenæus of Lyons, kita belajar siapa yang menulis keempat gospel dan menemukan tepat ada empat sesuai dengan empat bagian bumi dan empat angin semesta. Hanya bila kita menerima argument Irenæus yang konyol ini, kita dapat menyimpulkan kalau pengarang dan asal dari gospel adalah misterius, dan tidak ada alas an yang bagus untuk menganggap mereka adalah saksi mata atas orang bernama Yesus dari Nazareth. Minimal, ini memaksa kita memeriksa gospel untuk melihat isnya apakah sesuai kalau ia ditulis oleh saksi mata. Kita bahkan tidak dapat menganggap masing-masing gospel memiliki satu pengarang atau redaktur.

Adalah jelas kalau gospel Matthew dan Luke tidak mungkin ditulis oleh saksi mata dari dongeng yang mereka ceritakan. Kedua penulis mencontek (kata demi kata) hingga 90% dari gospel Mark, dimana mereka menambahkan kata-kata Yesus dan detil sejarah palsu. Mengabaikan fakta kalau Matthew dan Luke berkontradiksi satu sama lain dalam detil kritis seperti silsilah keluarga yesus – dan berarti keduanya tidak mungkin benar sekaligus- kita mesti bertanya mengapa saksi mata sejati mesti mencontek seluruh ceritanya, dengan menambahkan sedikit kata-kata saja. Seorang saksi mata sejati semestinya memulai ayat dengan mengatakan “sekarang, saya akan menceritakan kepada anda semua kisah yesus sang messiah yang sesungguhnya….”. dengan begini kisahnya akan unik. Adalah signifikan kalau hanya dua gospel ini yang menceritakan mengenai kelahiran, masa anak-anak dan leluhur yesus. Semuanya dapat diabaikan karena tidak sesuai karena tidak sah tanpa perlu panjang lebar. Akibatnya kita tidak tahu apa-apa tentang masa kecil dan asal usul yesus.
Lalu bagaimana dengan gospel Mark, gospel tertua? Bentuk finalnya ada pada 90 M namun memuat materi inti sejak 70 M, yang memuat seluruh biografi tradisional yesus, dimulai dari kisah dimana John sang pembaptis memandikan yesus dan berakhir –pada manuskrip tertua – dengan wanita-wanita yang lari ketakutan melihat kuburannya yang kosong. (Pasca kebangkitan dilaporkan pada 12 ayat terakhir Mark dan tidak ditemukan pada naskah yang lebih tua). Sayangnya Mark bukan orang palestina dan bukan dari 12 rasul sehingga detail sejarah yang ia sajikan tidak dapat dipercaya.
Hal ini terbukti kalau Mark tidak memahami situasi social di palestina. Ia jelas orang asing yang terpisah jauh dari kejadian yang ia ceritakan. Sebagai contoh dalam mark 10:12, ia mengatakan kalau yesus mengatakan bila seorang wanita menceraikan suaminya dan menikahi yang lain, ia telah berzinah. G. A. Wells, penulis The Historical Evidence for Jesus mengatakan kalau hal demikian tidak ada artinya di palestina, karena hanya laki-laki yang bisa menceraikan perempuan.
Bukti lain ketidak sahan Mark adalah fakta kalau di bab 7, dimana Yesus berdebat dengan kaum farisi, yesus mengutip versi Septuagint yunani dari yesaya untuk menang dalam debat. Sayangnya, versi yahudi mengatakan berbeda dari yunani. Yesaya 29:13, dalam bahasa Hebrew berarti “rasa takut mereka atas ku adalah perintah manusia yang belajar” sementara versi yunani mengatakan “mereka menyembahku dengan kesulitan, mengajarkannya sebagai doktrin untuk manusia”.
Argument kuat lain yang menolak Mark sebagai saksi mata keberadaan yesus adalah pengamatan kalau pengarang Mark menunjukkan ketidakpahamannya atas geografi palestina. Bila ia benar-benar tinggal di palestina, tentunya ia tidak akan membuat kesalahan-kesalahan dalam gospelnya. Bila ia tidak pernah tinggal di palestina, ia tidak dapat menjadi saksi mata yesus.
Kesalahan geografi paling fatal yang dilakukan Mark adalah saat ia bercerita tentang Yesus yang menyeberangi laut Galilee dan mengusir setan dari manusia (dua orang dalam versi Matthew) dan membuat setan itu pergi ke dalam kerumunan sekitar 2 ribu babi dimana, sebagai mana versi Raja James sebutkan, “sehingga semua babi itu lari dengan begitu kencang hingga sampai ke tepi laut yang curam dan tercebur kedalamnya.”
Raja james mengatakan kalau kejadian ini berlangsung di Gadarenes, sementara naskah yunani mengatakan terjadi di Gerasenes. Luke mengatakan hal yang sama karena tidak tahu geografi palestina. Matthew yang mengetahuinya, merubah namanya menjadi Gadarene, namun di versi raja james malah diganti menjadi Gergesenes.
Gerasa, tempat yang disebutkan dalam naskah tertua mark berada 31 mil dari pantai laut galilee. Tidak mungkin babi dapat berlari sejauh itu. Dan bila kecuraman adalah paling tidak 45 derajat, maka itu akan membuat ketinggian gerasa paling tidak enam kali ketinggian gunung everest.
Saat pengarang Matthew membaca versi mark, ia melihat kemustahilan kalau yesus ada di gerasa saat itu (yang juga merupakan bagian Negara lain, yang dikenal sebagai Decapolis). Karena satu-satunya kota yang lebih dekat ke laut galilee yang ia tahu berawalan G adalah Gadara, ia merubah Gerasa menjadi Gadara. Tapi bahkan Gadara masih lima mil dari pantai – dan juga di Negara lain. Penyalin naskah yunani selanjutnya dari ketiga gospel pengusir babi (Matthew, mark dan Luke) merubah Gadara menjadi Gergesa, daerah yang sekarang benar-benar menjadi bagian dari pantai timur laut galilee. Anda lihat dimana letak kejujuran para penulis ini?
Gospel John bahkan lebih konyol. “Di awalnya adalah kata, dan kata itu dengan tuhan, dan kata itu adalah tuhan,” pembukaan gospel itu. Tidak ada bintang Bethlehem, tidak ada kelahiran perawan, tidak ada petunjuk kalau yesus memakai popok: roh murni dari awal. Gospel John adalah yang terakhir dari semua gospel yang sah. Dibuat tahun 110 M. Sehingga mustahil kalau penulis merupakan saksi mata saat Yesus hidup.
Ketidaksahan Gospel John akan tampak jelas dengan penemuan kalau pada bab pertama penulis mengklaim sebagai “murid yang dicintai Yesus” [John 21:20] yang ditambahkan kemudian. Para sarjana mengatakan kalau gospel ini sesungguhnya berakhir di bab 20 ayat 30-31. bab 21 dimana ayat 24 mengatakan “inilah murid yang menjadi saksi hal ini, dan menulis hal ini: dan kita tahu kalau kesaksiannya benar” – bukanlah karya saksi mata. Seperti banyak hal lain dalam injil, ia kebohongan. Kesaksian tidaklah benar.
Bukti selain perjanjian lama dan gospel yang diajukan adalah surat-surat saint Saul. Namun seperti telah disebutkan, saint saul atau paul tidak pernah bertemu dengan yesus dan hanya bertemu lewat visi.
Menurut G.A. Wells, surat-surat Paul sepenuhnya tidak bercerita tentang kejadian yang kemudian di catat dalam gospel sehingga menunjukkan kalau Paul tidak mengetahui peristiwa ini, yang, bila ia tahu, tidak mungkin ia tidak perduli dengan kejadia-kejadian luar biasa itu.
Bagaimana dengan sumber-sumber Yahudi? Penulis Talmud (abad ke4 dan ke5 M) tidak memiliki pengetahuan independent mengenai yesus dibuktikan oleh fakta kalau mereka menyertakan dua orang lain yang keduanya tidak mungkin yesus yang dimaksud. Tidak ada yesus yang lain yang dapat mereka kenali daru gospel yesus yang dikenal mereka. Salah satunya, yesus ben Pandira, seorang pekerja terkenal yang dikatakan telah dirajam hingga mati lalu digantung di pohon pada fajar saat wafatnya penguasa Alexander Jannæus (106-79 SM) di Yerusalem. Yang satunya lagi, yesus ben Stada, yang masanya tidak pasti, namun kemungkinan hidup pada abad pertama atau kedua masehi, juga diraja dan digantung, namun di Lydda. Mungkin mereka bingung; namun ini jelas menunjukkan kalau para Rabbi tidak tahu apa-apa tentang yesus selain apa yang mereka baca dalam gospel.
Sumber lain yang diajukan apologis adalah Josephus, seorang Farisi dan Tacitus, seorang pagan. Karena Josephus lahir tahun 37 Masehi dan Tacitus 55 Masehi jelas mereka bukanlah saksi mata Yesus yang disalib tahun 30 masehi. Fakta kalau Josephus sendiri tidak dapat dijadikan sumber adalah pernyataan jelas dari gereja bapa Origen (154-185M ) – yang berurusan dengan Josephus – kalau Josephus tidak percaya pada yesus sebagai messiah, yaitu sebagai kristus. Lebih lanjut, kesaksian josephus tidak dipakai bahkan oleh apologis awal seperti Clement dari Alexandria (150- 215 M), yang jelas bakal menggunakannya bila ia tahu.Tapi tetap saja para Apologis, saat mereka mencoba meraih sumber untuk mendukung keberadaan yesus mengutip kesaksian josephus dalam Antiquities of the Jews.
Sekarang kita melihat pada Tacitus, kita menemukan kalau sejarawan Romawi ini menulis pada tahun 120 M sebuah pernyataan dalam bukunya Annals (buku 15, bab 44, memuat kisah mengerikan tentang pembantaian orang Kristen oleh nero) mengatakan “kristus, pendiri nama kristen, telah mendapatkan hukuman mati di masa kekuasaan Tiberius, dengan hukuman yang dilaksanakan oleh Pontius Pilatus…” G.A. Wells [hal 16] berkomentar adanya tiga alasan kenapa ini menunjukkan kalau Tacitus sesungguhnya mengulang apa yang orang Kristen katakan kepadanya. Pertama ia memberi title procurator pada pilatus yang sesungguhnya title itu baru ada pada paruh kedua abad pertama, dan title yang benar adalah prefect. Kedua, tacitus tidak menyebutkan kalau nama orang yang dihukum itu yesus, tetapi kristus yang berarti messiah, dan bukan nama. Ketiga tacitus tampak senang dengan Kristen padahal pemerintah romawi menolak keyakinan baru.
Apologis dapat mengatakan kalau ketiadaan bukti bukan bukti dari ketiadaan. Bayangkan kalau seseorang mengklaim kalau AS telah melakukan uji coba senjata nuklir di sebuah pulau di karibia tahun 1943. apakah ketiadaan laporan pengamatan awan jamur pada waktu itu adalah bukti ketiadaan atau ketiadaan bukti? (Ingat kalau karibia di masa perang dunia berada dalam banyak pengawasan berbagai pihak.) perlukah ke pulau itu sekarang dan memeriksa permukaannya dari kontaminasi radioaktif yang pasti ada disana bila ledakan nuklir terjadi? Bila ya, kita kesana dengan penghitung Geiger kita dan tidak menemukan jejak kontaminasi radioaktif, apakah itu bukti ketiadaan atau ketiadaan bukti? Dalam kasus ini, kita melihat ketiadaan bukti sebagai bukti yang sangat negative, dan dengan demikian sah kalau kita menyebutkan sebagai bukti ketiadaan. Bisakah bukti negative diatas mengenai Yesus dipahami.

catatan :
kadang di klaim kalau penyebaran luar biasa dari agama Kristen di kekaisaran romawi awal adalah bukti adanya yesus – bahwa gerakan demikian tidak akan begitu cepat bila tidak ada keterlibatan orang yang nyata. Argument yang sama dapat dibuat dalam kasus persebaran yang cepat dari mithraisme. Saya tidak menemukan adanya apopogis kriten yang mau mendukung gagasan mithra yang ada secara nyata!
Menariknya, ayat yang memalukan dalam gospel dimana yesus berbuat kasar pada ibundanya tampak diambil dari masa dimana pertarungan politik berkembang antara sekte yang diatur secara apostolic dan yang diatur oleh “anak-anak Tuhan,” yang mengklaim kalau mempunyai hubungan darah dengan yesus – dan demikian merupakan cucu tuhan. Politik apostolic penulis gospel tidak dapat menolak godaan untuk meletakkan para cucu ini kedalam ayatnya dengan menjadikan yesus tidak mengakui keluarganya sendiri. Bila yesus tidak memperhatikan keluarganya sendiri, apalagi keturunannya? Demikian argument mereka. Ini adalah satu-satunya penjelasan atas adanya ayat seperti John 2:4 (”Perempuan, apa lagi yang harus kuperbuat padamu?”) atau Mark 3:33 (”Siapa ibuku dan siapa cucuku?).

Semua tulisan diatas, dibawah subjudul kenyataannya, yesus tidak ada adalah terjemahan dari DID JESUS EXIST? Karya Frank R. Zindler dalam The American Atheist, Summer 1998.

Yesus dalam Injil

Jutaan orang mengklaim kalau mereka beragama Kristen, namun sedikit dari mereka yang tahu tentang hidup pendiri agama mereka, sesosok tokoh mitologis bernama yesus. Karena sejarah sekuler diam pada aktualitas sejarah hidup dan ajaran yesus, satu-satunya sumber informasi kita adalah injil. Dengan ini, mari kita periksa injil untuk melihat apa yang ia katakan tentang yesus.

“Bila aku [yesus] bersaksi atas diriku sendiri, kesaksianku tidaklah benar.” (John 5:31)

“Aku [yesus] bersaksi atas diriku sendiri…” (John 8:18)
Jadi, menurut kitab ini, yesus adalah saksi palsu.

“dan yesus sendiri mulai pada sekitar usia 30 tahun, anak dari yusuf, yang merupakan anak dari heli…”(Luke 3:23)
“Yesus menjawab mereka, apakah itu tidak tertulis di hukummu, aku katakan, kalian tuhan?” (John 10:34)
menurut kitab ini, yesus berpikir kalau hukum yahudi (yaitu perjanjian lama) melaporkan kalau ia mengatakan bahwa orang yahudi adalah tuhan.

“Mengenai anaknya yesus kristus tuhan kita, yang membuat benih daud sesuai dengan daging (Romans 1:3)

“dan aku [yesus] mengatakan padamu sahabat-sahabatku, jangan takut dengan mereka yang membunuh raga, dan setelah itu tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan.” (Luke 12:4)

“Mereka mengambil batu untuk melemparinya: namun yesus bersembunyi, dan pergi ke kuil…” (John 8:59)

“Setelah ini semua Yesus berjalan di Galilee: ia tidak akan berjalan di Jewry, karena yahudi akan mencari untuk membunuhnya .” (John 7:1)
“Engkau menganggap aku daptang untuk membawa damai di bumi? Aku [yesus] beritakan, tidak; namun pembagian: untuk lima dalam satu rumah terbagi, tiga melawan dua, dan dua melawan tiga.” (Luke 12:51-2)

“jangan berpikir kalau aku [yesus] datang membawa damai di bumi:Aku datang, tidak membawa damai, tapi membawa pedang.” (Matthew 10:34)
“Aku [yesus] datang agar seorang laki-laki menentang ayahnya, dan anak perempuan menentang ibunya, dan menantu melawan mertuanya. Dan seorang sahabat harus memiliki rumahnya sendiri.” (Matthew 10:35-6)
“Semua yang pernah datang kepada ku [yesus] adalah pencuri dan perampok”(John 10:8)
“Siapapun yang melakukan apa yang aku katakan, aku [yesus] akan menjadikannya orang yang bijaksana”(Matthew 7:24)“Dan bila mata kananmu menghina, cungkillah, dan buang dari depan: karena itu bermanfaat…” (Matthew 5:29)
“lalu terpenuhi [oleh yesus] yang dikatakan oleh nabi Yeremia…” (Matthew 27:9). Tapi sesungguhnya bukan yeremia, tapi zakaria yang membuat ramalan itu. Lihat (Zechariah 11:12)

“…dan akan terpenuhi apa yang diucapkan oleh apra nabi, ia [yesus] akan disebut Nazarene.” (Matthew 2:23). Tapi tidak ada dalam perjanjian lama kalau yesus disebut Nazarene.
“aku [yesus] katakan padamu, generasi ini tidak akan berlalu, hingga semua ini [kiamat] terjadi.” (Matthew 24:34, Mark 13:30, Luke 21:32)

“Dan siapapun yang meminta dalam doa, akan dikabulkan.” (Matthew 21:22)
Para pengikut awal yesus meninggal sambil menunggu kiamat, bahkan sekarang, 2000 tahun kemudian, masih ada Kristen yang percaya kalau kiamat ada pada generasi mereka, dan kalau yesus akan memberi apa saja yang ia pinta dalam doa
Sahabatnya datang ke kuburan yesus, namun pintu batunya bergulir dan satu malaikat duduk diluar memberitakan sebelum mereka masuk. (Matthew 28:1-8)

sahabat-sahabat mereka datang ke kuburan, tidak menemukan siapapun, bingung, lalu dua laki-laki datang memberi berita. (Luke 24:1-4)
berita kebangkitan lainnya juga berbeda

Kisah injil mengenai yesus adalah kontradiktif dan membingungkan. Injil menunjukkan kalau yesus mengajarkan banyak hal yang absurd dan bodoh, dan sering merasa kalau ia berbicara dengan setan.
Kita diajarkan dalam kebudayaan kita kalau yesus adalah pahlawan suci, tapi kebudayaan lain memiliki penyelamat yang berbeda. Bila kita tinggal di kebudayaan lain, kita akan mendengar cerita penyelamat berbeda, bukan kisah yesus.
Yesus adalah mitos sama seperti semua penyelamat dan tuhan lainnya

Keluarga

Alkisah di surga dua orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian sedang berbicara di tepian salah satu sungai di surga.
Dafit : Syukur Alhamdulillah, saya akhirnya masuk surga. Sungguh karunia yang luar biasa mengingat pengorbananku untuk masuk surga, saudara Hairil.
Hairil: alhamdulillah. Apa yang kau korbankan sehingga menjadi golongan orang yang menang, saudaraku Dafit?
Dafit: Aku mengorbankan anakku. Beliau saat dewasa lalu pindah agama dan menjadi seorang penyembah api. Ia musyrik. Dia mengatakan kalau tuhan ada dua, yang baik dan yang jahat. Jadi saya usir dia dari rumah dan tidak saya akui lagi sebagai anak saya. Betapa sedihnya saya tapi saya harus mengikuti perintah Allah. Sekarang saya tidak tahu ia ada dimana.
Hairil:jelas di neraka. Bersama istri saya.
Dafit: kenapa istrimu, wahai Hairil?
Hairil: Saya bias masuk surga karena istri saya. Istri saya pindah agama ke agama tradisionalnya yang menyembah Latta dan Uzza. Saya sungguh mencintainya, tapi karena perintah Allah, ia saya ceraikan. Ia lalu depresi dan bunuh diri. Karena pahala itu saya masuk surga.
Dafit: Alhamdulillah
Subaidi: Assalamu alaikum wr wb
Dafit dan Hairil: Walaikum salam hi ta’ala wabarakatu
Dafit: Dari mana saudara Subaidi?
Subaidi: Saya baru saja ML dengan ke 70 bidadari saya dan kedua istri saya. Orang hedonis kafir di dunia pasti sangat iri. Hehehe. Sedang membahas apa ini?
Hairil: Kami sedang membahas kenapa kami bias masuk surga. Oh ya, mau arak? Silakan dipinum. Ini arak asli loh.
Subaidi: Kalau saya masuk surga karena ayah saya.
Dafit: Kenapa ayahmu Subaidi? Apakah ia mengajarkanmu menjadi orang saleh dan bertakwa?
Subaidi: Tidak. Sebaliknya, beliau menjadi ateis.
Hairil: Dia pasti sedang disiksa di neraka jahannam dengan istri saya dan anak kesayangan Dafit bersama orang-orang murtad.
Subaidi: Tidak. Tidak sama sekali. Ia sekarang berada di samping Allah.
Dafit: Ha? Koq bisa?
Subaidi: Lha wong Allah juga ateis.

Didukung oleh : Quran surah al mujadilah 58:22
“ Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”

Kedokteran islam

Sebelum anda menghabiskan uang ke dokter, cobalah ini:

1. Baca Yaa Salaam 136x setiap hari penyakit yang kita derita akan sembuh, kalau menengok orang sakit bacakan ini 136x sembuh.
2. Ya Mutakabbir dibaca saat bersetubuh dikaruniai anak
3. Ya Baari 100x insya allah kita terbebas dari sakit yang sedang kita derita
4. Ya Mushawwir dibaca setiap akan berbuka puasa sebanyak lebih dari 21 kali. Suami istri harus berpuasa, istri 7 hari suami 3 hari. Maka akan mendapat anak bila belum punya anak.
5. Ya Syakuur bila dibaca berulang-ulang dapat sembuh dari sakit.
6. Ya Wakiil 1000x akan meredakan hujan lebat yang berbadai topan
7. Ya Shamad, dibaca dengan rajin maka suami istri belum punya anak akan mendapat anak
8. Ya Awwal 1000x selama 40 hari jumat maka suami belum punya anak akan punya anak
9. Ya Dharr 1001x setiap hari terus menerus yang sedang menderita sakit insya Allah akan sembuh 10. Ya Nafii sebanyak-banyaknya akan menyembuhkan penyakit.
Saya rasa ini tidak akan banyak membantu dokter. Dan kalau ilmuan percaya ini, secara rasional, kita tidak perlu meneliti obat-obatan untuk AIDS. Sudah ada resepnya diatas. See, orang bilang berusaha dan berdoa. Tapi ini hanya berlaku untuk penyakit yang telah ada obatnya. Untuk penyakit yang belum ada obatnya, kenapa harus dicari obatnya? Toh dengan zikir diatas telah dikatakan akan sembuh juga. Seperti kata rekan saya, kita tidak akan bias tahu obat dari suatu penyakit bila kita menyerah pada mitos semacam ini.

Bukti

Sepanjang sejarah manusia, tidak pernah berkembang suatu bukti tentang adanya tuhan yang dapat diterima secara universal. Bukti-bukti klasik dari akal telah diolah oleh orang-orang yang sudah terlibat dengan percaya adanya tuhan. Orang-orang ateis tidak dapat diyakinkan oleh bukti-bukti tersebut; banyak orang ateis dari bermacam-macam tradisi menganggap bukti-bukti tersebut tidak sempurna.
Kita harus mengakui bahwa tak ada bukti tentang keberadaan tuhan secara final dan konklusif. Sehingga semua orang dapat menerima, dan kita harus mengakui pula bahwa tak ada konsep individual tentang tuhan menjadi final (pasti). John Baille mengutip kata Wiliam Temple dengan nada setuju, yaitu bahwa setiap kejadian merupakan pengungkapan dari tuhan; ia juga mengutip kata Paul Tillich bahwa tak ada realitas atau benda atau kejadian yang tak dapat menjadi pembawa ungkapan tuhan. Apakah tuhan selalu mengungkapkan dirinya kepada semua yang akan memberi respons? Diantara bermacam-macam ide dan pengalaman yang dianggap sebagai ungkapan tuhan, bagaimana kita dapat menetapkan mana yang benar? Kita perlu menggunakan pemikiran yang kritis, disini atau ditempat lain, jika soal-soal pengetahuan dilibatkan. Pengetahuan agama tidak merupakan hal yang terpisah sama sekali dan berbeda dari pengetahuan tentang bidang-bidang lain.

Referensi:
John Baillie, The Idea of Revelation in Recent Thought (New York: Columbia U Press, 1956) hh.70,74

Keabadian

Dalam sebuah terbitan Kristen, saya menemukan kalimat berikut ini:
Ada dua macam keabadian di dalam hidup ini. Abadi di surga bersama tuhan dan semua orang suci, atau keabadian di neraka bersama setan…. Dan hanya tergantung pada manusia kemana ia akan masuk. Tuhan ingin manusia semua berada di surga, dan ia telah dan sedang melakukan yang terbaik untuk kita agar kita masuk ke surga. Tihan, bahkan tuhan, tidak dapat lebih dari ini. Untuk Kristen, yahudi, muslim, tao, buddhis, hindu, semuanya!
Dan sangat mudah untuk hidup abadi di surga! Cukup percaya pada Yesus Kristus saat ini juga dan anda akan selamat!

Komentar saya:
Itu katanya begitu mudah.
Tapi lihat:
Bagi yahudi, Kristen adalah aliran sesat yang menyimpangkan ajaran agamanya dengan modifikasi. Anda tidak akan masuk surga kalau ikut ajaran sesat.
Bagi islam, tuhan tidak punya anak dan tidak diperanakkan. Anda tidak akan masuk surga kalau menganggap tuhan punya anak.
Bagi tao, ada banyak tuhan, yesus bias jadi salah satunya, tapi ada yang lebih hebat dari tuhan yaitu tao. Tao jauh lebih hebat lagi dari surga, kenapa harus mengejar surga.
Bagi hindu, ada lebih banyak lagi tuhan, tapi yesus bukan salah satunya. Bila ya, bagaimana hubungannya dengan tuhan lainnya?
Bagi Buddha, tidak perlu yesus untuk mencapai nirwana.
Bagi ateis, mana buktinya? Bukti kalau keabadian itu ada dua dan kalau agama anda benar?

  • Kalender

    • November 2017
      S S R K J S M
      « Feb    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      27282930  
  • Cari